Friday, 23 September 2016

Part #2



Wajahmu berevaporasi dalam mataku menjadi sesuatu yang tak ingin aku tumpahkan.
Tentangmu mengkonduksi diriku dari kepala hingga kaki. Kau sungguh gila.
Memitosiskan hatiku menjadi bagian-bagian kecil dengan rasa yang masih saja sama.
Kaukah si katalisator itu? Bahwa melupakanmu menjadi hal yang aku tak bisa.
Memilikimu pun aku tak pernah, lantas mau melupakan apa?

(ಥ ̯ ಥ)