Friday, 23 September 2016

10:30 pm, another september for this 2016 ε-(´・`) 




Ketika ada iklan yg mengatakan bahwa rasa tak pernah bohong,hati juga begitu, tidak bisa berbohong.Ah, muak sudah bicara cinta. Perihal itu-itu saja..Lantas ada apa dgn hati?

Seperti kata Wayan kepada Luhde, “Hati itu dipilih, bukan memilih…  Bertahan atau melepas, bagaimana hatimu, tergantung hatimu, hatimu yang tahu.”

Atau seperti pesan Remi kepada Kugy, “Kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola seharusnya, tapi yang namanya hati selalu punya aturan sendiri. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati."

Kejam sekali hati itu ya, menyiksa pemiliknya saja..(;_;)/~~~
Tapi diingatkan beberapa kali pun, tetap saja bebal. Bahwa berharap itu sakit,
bahwa menjalani sesuatu yg tidak pasti itu berat (`ヘ´) (´・ ω・`) ( ´Д`) ( ゚Д゚)

Dan harus aku anggukkan perkataan Luhde, bahwa “Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.”

Pliss...jangan berlabuh ke Pakistan donk,,,jauh,,,berat...mahal...hehe ヾ(‘ロ’) –