Showing posts with label Jenjalan. Show all posts
Showing posts with label Jenjalan. Show all posts

Monday, 15 October 2018

Berobat di Penang – Kota Wisata Kesehatan


   



  Kalo tiap kota terkenal dengan keunikan tempat atau keindahan lokasi wisatanya sehingga menjadi magnet tersendiri bagi pelancong baik turis manca negara maupun domestik, maka lain halnya dengan Pulau Pinang di Malaysia.

   Pulau Pinang atau lebih dikenal dengan sebutan Penang ini justru terkenal dengan wisata medisnya, yang banyak menjadi tujuan pendatang untuk berobat terutama di beberapa negara tetangganya seperti Indonesia, Thailand, Filipina, dan lainnya.

Memilih Rumah Sakit di Penang

   Untuk tips berobat ke Malaysia sendiri, sebaiknya sebelum memutuskan rumah sakit mana yang mau dikunjungi, pasien mencari terlebih dahulu bidang apa kelebihan rumah sakit tujuannya. Misal, untuk penyakit jantung lebih bagus memilih RS Adventist karena rumah sakit ini sendiri “expert” di bidang jantung, untuk kandungan yang terkenal adalah RS Lam Wah Ee yang jago di bidang bayi tabung dan masalah kandungan lainnya, atau RS Mount Miriam Cancer yang “expert” di bagian kanker.

    Memang hampir semua rumah sakit mempunyai spesialis di semua bidang penyakit, tapi tiap-tiap rumah sakit tentu punya “expert” yang lebih ditonjolkannya :)

Biaya Pengobatan

   Untuk perbandingan pelayanan di Penang (yang kebetulan waktu itu aku membawa orang tua perempuanku berobat di Lam Wah Ee Hospital), tidak ada beda antara RS swasta maupun pemerintah di Penang, karena Alhamdulillah semuanya bagus dengan pelayanan yang prima.

   Untuk terkhusus “dana” pengobatan yang dikeluarkan, RS Lam Wah Ee sendiri mempunyai biaya yang standar, contoh untuk biaya scan whole abdomen (scan perut atas dan bawah) dikenakan cas sekitar 1400 ringgit (4,9 jt dengan taksiran 1 ringgit=3500 rupiah), dan biaya scan di Indonesia sendiri kisaran 1,5 - 2 jt (ini tarif prediksi, hehe).

     Biaya konsultasi dokternya sendiri tergolong murah menurut saya, yaitu 10 ringgit untuk biaya resgistrasi bagi pasien yang pertama kali berobat dan 75 ringgit untuk biaya pertama kali konsultasi dengan dokter. Untuk biaya resgistrasi di selanjutnya adalah 5 ringgit dan biaya konsultasi dengan dokter selanjutnya adalah 53 ringgit (untuk kesemua biayanya jika ingin tau nilainya dalam rupiah, dikalikan sendiri aja dengan nilai 3500 rupiah ya).

       Nah, RS disana memang sangat mengedepankan pelayanan, mulai dari pintu registrasi kita sudah dibantu dengan berbagai kemudahan. Bahkan mereka juga menyediakan Money Changer di rumah sakitnya sehingga setiap pasien dari berbagai negara tidak perlu repot-repot lagi menukar uangnya, dan mata uang yang dijual pun dengan harga yang relatif murah. Jadi, saran saya sih bagus bawa uang cash rupiah dari Indonesia saja ya.. Kalo di ATM agak mahal rate harga ringgitnya dan belum lagi nanti kena cas biaya penarikan duit sekitar 20rb/penarikan :p

    Oia juga jangan lupa untuk beberapa bank ada limit penarikan ya, contoh seperti MayBank limit penarikan 2700 ringgit/hari.

Tempat Penginapan

     Di Lam Wah Ee Hospital, penjaga pasien hanya dibenarkan untuk satu orang saja dan orang tersebut harus perempuan. Meskipun pasiennya laki-laki atau perempuan, orang yang menjaga pasien tetap hanya boleh perempuan. Jika tidak maka pasien harus sendirian di kamar rawat inap (tentu bersama perawat yang bersedia di “bell” selama 24 jam ya, hehe..)

    Bagi kamu yang laki-laki, sila mencari hotel atau penginapan di sekitaran RS yang tergolong murah. Well, di dekat rumah sakit (10 menit berjalan kaki) terdapat penginapan sejenis apartemen murah (sekitar 40-50 ringgit per malamnya) dan untuk info penginapan ini saya mendapatkannya dari selebaran yang dibagi di gerbang RS, jadi saya tidak tau persis infonya ya, hehe..

    Saya sendiri saat itu menginap di hotel di depan RS (3 menit berjalan kaki) dengan harga 59 ringgit/malam dan akan lebih murah lagi kalo kamu nge-booking nya via agoda.com
Well,, itu aja dulu info seputar biaya pengobatan di Penang dengan pembanding harga di satu rumah sakit ya, kurang afdol sih, hehe..

Next topic we will discuss about lokasi wisata dan kuliner di kota Penang ini ya, see u very soon :D

Saturday, 4 November 2017

Liburan Singkat di Sumut

   Menikmati liburan di seputaran Sumut dalam waktu satu hari aja, bisa?
Bisaaa… asal niat! (~‾ ▽‾)~

   Buat kamu-kamu yang punya rencana liburan tapi waktu nyaris gak ada (kecuali minggu) secara sabtu pun harus ngantor/kuliah T_T  usah sedih gak bisa sempatin liburan ya, karena nge-refresh otak itu hukumnya fardhu ‘ain °\(^▼^)/°

  Nah, untuk yang ingin nge-explore wilayah Sumut, selain ada wisata alam di Taman Nasional Gunung Leuser di daerah Langkat (tentang posting-an yang uda pernah aku bahas sebelumnya), kamu juga bisa memilih rute arah timur ke Danau Toba lho.

   Dengan mengambil rute pulang dari Brastagi, kamu bisa dapat menikmati banyak lokasi wisata sekaligus, yeay!

   Usahakan kamu berangkat dari hari sabtu siang atau sore ya, jadi di hari minggu bisa full nge-explore keindahan wisata di beberapa lokasi seperti Kebun Teh Sidamanik, menyempatkan mandi di pemandian air Bah Manik yang jernih, menikmati keindahan taman bunga di Sapo Juma, berfoto di lokasi Bukit Simarjarunjung yang on the spot banget, melihat indahnya hamparan bukit dan danau toba di Tongging, serta bermain di air terjun Sipiso-piso, lalu malamnya kamu bisa pulang melewati dinginnya kota Brastagi dan singgah di pemandian air hangat Sidebuk-debuk (kalo gak kemaleman). 

   Nah, banyak lokasi yang dapat dinikmati hanya dalam satu hari kan?
Kocek yang dirogoh juga gak pake mahal lho, yaitu range 5000 – 10.000 rupiah saja untuk biaya parkir/fee entrance.
So, which places that u can visit in one day only? Let's check it out (•”̮ •)з


1. Perkebunan Teh Bah Butong Sidamanik
          Perkebunan teh milik PT. Perkebunan Nusantara IV ini dibuka untuk umum, the scenery was so good, so greenery and also u can enjoy the breeze (♥θ♥)
       Untuk menikmati semilir angin di perkebunan ini, u'll charge for FREE, yeay!  \(^▼^)/ 




2. Pemandian Bah Manik
          Pemandian Bah Manik terkenal dengan airnya yang biru, even if it small n looks like a pond but the water was cold enough! Disana boleh bermain rakit-rakitan juga loh, hehe..

      Untuk masuk ke pemandian ini kamu cukup merogoh kocek sekitar 5000-an untuk biaya parkir dan biaya masuk 15.000/ orang.




3. Taman Bunga Sapo Juma
          Nah taman bunga ini termasuk lokasi wisata yang belum banyak terjamah orang, meskipun lokasi ini selalu ramai dikunjungi di akhir pekan. Untuk biaya masuknya cukup murah yaitu sekitar 5.000-an untuk biaya parkir.


        Saat itu karena yang berkunjung lumayan ramai dan kami kewalahan mencari tempat untuk parkir, maka kami hanya berfoto dari luar saja, but so far so good lah (•‾ε‾•)

 4. Bukit Simarjarunjung 
       Nah ini merupakan the main spot that i really want to visit! Daerah simarjarunjung yang terkenal dengan view Danau Toba nya yang keren ini menjadi hotspot berfoto bagi remaja-remaja jaman now loh ~(‘▽’~) (~’▽’)~    Well including me lah ya, hihi..


     Nah di lokasi ini ada berbagai spot untuk berfoto, ada sepeda gantung dimana kamu bisa menikmati keindahan Danau Toba dari ketinggian sembari mendayung sepeda, juga ada spot berfoto di rumah pohon, ataupun spot berfoto di bingkai kayu lope lope bagi couple yang jaman now banget ˆ⌣ˆ  
Nah semua spot tersebut berlatar belakang keindahan Danau Toba yang indah!

     Untuk berfoto di masing-masing spot tersebut dikenakan biaya 20.000 - 50.000 per spot nya.
Kami sih hanya memilih berfoto di satu spot saja, yaitu atas meja/kursi gantung, hemat cin  (~’▽’)~ Hehe



5. View Danau Toba dari Tongging
    Pemandangan Danau Toba mungkin sudah biasa dinikmati dari berbagai lokasi, baik dari Prapat maupun Simalungun, nah kali ini aku ngerekom banget view yang diambil dari daerah Tongging, view nya wow binggit :D



 6. Air Terjun Sipiso-piso
          Sebelum pulang ke Medan dengan memilih rute memutar dari Brastagi, ada baiknya kamu singgah dulu ke Air Terjun Sipiso-piso yang terkenal dengan turunan 1000 tangganya. Namun berhubung kaki kami sudah cukup lelah untuk diajak berjalan, maka cukuplah kami memandangi keindahan air terjun tersebut dari pinggir jalan saja..
      (∏ ω ∏)




   Nah untuk rute selanjutnya kamu akan memutar ke Brastagi dengan menikmati indahnya pemandangan hijau selama perjalanan pulang. Dan jika sempat, kamu bisa mampir ke Pemandian Air Panas Sidebu-debuk yang tak jauh dari Brastagi.

 Sebenarnya untuk di Brastagi sendiri terdapat beberapa lokasi wisata seperti Bukit Gundaling, Bukit Kubu, perkebunan jeruk, perkebunan stroberi, having fun di beberapa wahana permainan seperti Funland, dan beberapa tempat lainnya yang gak kalah seru.


 Kalau kamu punya waktu, mungkin bisa mengunjungi semua lokasi tersebut, well happy having short holiday ya! (˘ з ˘)

Sunday, 28 May 2017

Wisata Taman Nasional Gunung Leuser


   Gunung Leuser yang disebut sebagai warisan dunia oleh UNESCO terhitung Juli tahun 2004, merupakan hutan hujan tropis sumatera yang 70% luas hutannya berada di provinsi Aceh. Dan harta warisan dunia non benda ini merupakan salah satu wilayah konservasi yang paling penting di muka bumi loh!

   Bagaimana tidak, hutan ini ternyata merupakan satu-satunya di dunia dimana hewan seperti Badak, Harimau Sumatera, Gajah dan Orangutan hidup dalam satu kawasan.


   Bicara tentang Orangutan, salah satu temanku yang berkebangsaan German bulan lalu berkunjung ke Medan dan misinya adalah untuk meng-explore hutan Leuser yang sebagian wilayahnya ini terletak di Langkat, Sumatera Utara. Dia begitu terobsesi untuk melihat langsung Orangutan Sumatera.

   Well it was awesome to make a plan of ur holiday untuk menjelajah alam dan bersentuhan langsung dengan satwa di dalamnya (but not for having plan meeting a tiger ya 😅😂)

Lokasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) ini bersebelahan dengan lokasi wisata Sungai Bahorok Langkat yg merupakan lokasi wisata terkenal di daerah Langkat, Nah Untuk berkunjung ke TNGL ini sendiri, kamu cukup merogoh kocek sekitar 5000 rupiah, what?? Murah Sekali,,,! Well, ini hanya uang masuk ke kawasan TNGL dan bermandi di air sungai Bahorok saja loh.. 😂😂😂


    Nah itu merupakan penampakan jembatan gantung di atas Sungai Bahorok (ˇ▽ˇ) hehe..

   Untuk dapat meng-explore hutan hujan tropisnya, kamu harus menyewa guide dan pastikan mereka pro ya. Untuk hiking sekitar 3-4 jam akan dikenakan biaya 170.000 rupiah (including fee entrance, food, dan makanan yg akan diberikan ke Orangutan). Kamu bisa search di Google untuk ini, waktu itu kami menggunakan jasa guide dari On The Rock. Sebelum pelesir ke hutan, kami diberi fasilitas bersantai-santai dulu di kawasan On The Rock yang hutan banget, dan untuk menuju ke On The Rock sendiri, kami harus mendaki jalanan setapak yang ditumbuhi pohon karet, indah sekali.



 
   Well, lumayan lelah juga mendaki ke kawasan On Ther Rock, jadi sebelum hiking,kami disuguhi minuman dingin sembari menikmati kawasan On The Rock yang asri, kami pun duduk santai di puncak  pondok On The Rock sembari memanjakan mata menikmati keindahan pepohonan dan sungai dari puncak bukit.



   Dalam bayanganku awalnya kita akan masuk ke daerah konservasi Orangutan dan melihat sarang mereka serta bermain-main dengannya, ternyata tidak (¯―¯٥)

   Untuk menemui Orangutan, kita harus mencarinya di dalam hutan dan melakukan hiking. Dan hari itu keberuntungan tidak berpihak pada kami, karena selama hiking kami hanya bertemu dua Orangutan, biasanya sih ketemu lima sampai enam ekor atau lebih.






   Cuaca juga kurang mendukung, karena siang itu hari tampak mendung. Menurut penuturan guide, Orangutan sangat takut dengan air, dan bila hujan turun, mereka akan berlari menggunakan pelepah daun lebar untuk menutupi wajahnya dan bersembunyi di sarangnya yang nyaman. Sarang mereka pun terletak di puncak-puncak pohon besar, hal itu dilakukan untuk menghindari ancaman dari Harimau Sumatera yang kerap berwara-wiri memangsa mereka.

   Well meskipun walaupun harus puas bermain dengan dua Orangutan saja, setidaknya liburan kami cukup menyenangkan dengan bisa berkesempatan meng-explore TNGL dan melihat langsung habitat Orangutan Sumatera yang merupakan
 termasuk salah satu hewan yang akan punah menurut Persatuan Konservasi Alam Internasional (IUCN).

  Jadi, buat kamu yang berdomisil di daerah Sumatera Utara, Medan khususnya, eksplorasi hutan Leuser ini juga bisa menjadi salah satu destinasi liburan yang menyenangkan selain Danau Toba atau Brastagi ya ヾ(´^ω^)ノ♪




Thursday, 25 May 2017

Perkampungan Apung Warna Warni ala Balikpapan


   Selain Malang, Jogja dan Semarang, kota Balikpapan sebagai salah satu kota berkembang yang terkaya di Indonesa ini juga memiliki kampung warna warni di daerah perumahan apung yg terletak di Teluk Seribu.

   Selain disuguhi dengan warna warni perkampungan yg semarak, lokasi wisata yg terbilang baru ini juga menawarkan pemandangan perkampungan apung yg indah sembari menyusuri sungai Manggar dan menikmatinya lebatnya hutan mangrove di tepi sungai perkampungan apung ini.

   Untuk dapat menikmati lokasi wisata ini, kamu cukup merogoh kocek 3000 rupiah saja, dan untuk menikmati berkeliling hutan mangrove menggunakan perahu kamu akan dikenakan biaya 25000 rupiah per orang dengan minimal jumlah penumpang 4 orang,

   Nah, sepanjang tembok di perkampungan apung nan warna warni ini, kamu juga akan disuguhi lukisan 3D yang (seperti) hidup loh, dan ini tentu merupakan kabar gembira bagi kamu pecinta foto karena merupakan spot yg hot untuk selfie, hehe..



   Eh, gak cuma di dinding, jalan setapaknya juga semarak dengan lukisan 3D loh °\(^▼^)/°


   Juga jalan-jalan lorong di dalam perumahan apung yg gak kalah warna warninya (~‾ ▽‾)~



    Well, happy explore Kaltim ya!



#explorebalikpapan

Thursday, 13 October 2016

PART II: Jroeh that…Sabang!

   

   Jam menunjukkan pukul 4 sore, kami pun sudah menjelajahi Iboih yg eksotis dan merupakan destinasi utama kota Sabang, dengan kulit yg legam, kami melanjutkan perjalanan ke Gua Sarang. 
ヾ(´^ω^)ノ♪

   Kenapa namanya gua sarang? Kata penduduk setempat, di ujung jalan menuju gua sarang yg bebatuan, terdapat empat gua besar yg katanya merupakan sarang kelelawar. Kami pun semakin tertantang melewati jalan yg bebatuan sekitar 1 km (kira2 begitu :D) akhirnya pegel2 di kaki terbayar dgn pemandangan yg sangaat indahhh…! (~‾ ▽‾)~



   Niat awalnya sih kami mau menikmati sunset disini, karena tempat ini adalah salah satu lokasi yg indah utk menikmati sunset selain Iboih. Tapi berhubung badan sudah pegel, kami pun memilih untuk pulang (―˛―“)


   Perjalanan pulang dari gua sarang  ini tidak kalah melelahkan dgn jalan pergi menuju ke gua sarang yg juga harus dilakukan dgn berjalan kaki di hamparan bebatuan. Bedanya utk pulang, kami harus berjalan menanjak di jalan setapak yg curam ヽ(´Д`;)ノ



   Dan lagi2 di ujung jalan lelah itu terbayar dgn pemandangan Gua Sarang dari atas bukit. Indah sekali..! (•‾ε‾•)


   Di perjalanan pulang menuju hotel, baju kami yg tadinya basah sudah kering sendiri ditiup angin sepoi2 kota Sabang. Pemandangan sepanjang perjalanan pulang pun sangat menyegarkan mata, dimana2 kita bisa melihat hamparan laut dan gunung. Kemudian kami pun singgah di salah satu warung pinggir jalan untuk menyeruput es kelapa. Pinggir jalannya aja indah begini! \(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/



 ヾ(゚д゚*三*゚д゚)ノ\(^ω^\)( /^ω^)/

   Besoknya kami pun harus pulang ke Banda Aceh, kami sudah membeli tiket kapal pukul 2 siang, tapi paginya kami masih menyempatkan untuk mengunjungi destinasi terakhir yaitu air terjun Pria Laot. Untuk menuju kesini, kita akan melalui hutan dan bebatuan besar. Jadi saranku utk kamu yg tertarik utk ke lokasi ini, sebaiknya gunakanlah sepatu kets. Lokasinya yg indah di tengah hutan dan melewati sungai-sungai kecil membuat travelling kita semakin berasa, hehe.. Utk melewati hutan ini, tdk perlu pemandu, cukup jalan lurus saja dan ikuti jalan setapak yg lumayan licin, jadi harus hati-hati ya. Well then, here we are, the small waterfall di tengah hutan yg asri (♥θ♥)





   Kota Sabang memang kecil dan sebenarnya bisa dihabiskan keliling dalam waktu satu hari. Tapi yg namanya liburan kan harus menikmati each time dari moment nya, jadilah kami menyicilnya menjadi dua hari (٥ ˘з˘) Dan inilah kami yang teronggok di geladak kapal dalam perjalan pulang ke Banda Aceh... 




      Lautnya benar2 biru (eh laut kan memang biru ya, hehe..)



   Dan beruntungnya lagi, saat perjalanan pulang di kapal, kami melihat gerombolan lumba-lumba!! Sungguh beruntung kami, haha.. Karena biasanya lumba-lumba muncul saat pagi hari, gak nyangka bisa ngeliat lumba-lumba di hari terik gitu, hehe.. Sayang gambarnya tidak bisa di-upload karena momen itu aku abadikan dalam video. Nah tips buat teman-teman yg mau ke Sabang, pergilah menggunakan kapal pagi biar kesempatan utk melihat gerombolan lumba-lumba lebih besar ˆ⌣ˆ


\(‘O’\) (/’.’)/ \(‘O’\)

  Tiba di kota Banda Aceh dalam waktu kurang dari 2 jam, kami pun meluncur ke rumah dan istirahat, istirahat untuk melalak lagi besoknya!

   Kota Banda Aceh menawarkan banyak lokasi wisata utk dikunjungi. Buat teman-teman yg suka dgn yg historical, bisa mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman, Taman Sari Gunongan atau Taman Putroe Phang, Museum Rumah Cut Nyak Dhien, Makam Syah Kuala, dan lain-lain. Atau buat kamu yg ingin get the feeling flashback to Tsunami bisa mengunjungi Museum Tsunami yg megah dan dirancang oleh bapak ganteng dari Bandung, Pak Ridwan Kamil, ada juga kapal besar yg saat kejadian tsunami “terparkir” di daerah padat penduduk yaitu PLTD Apung, Perumahan Jacky Chan, Kuburan Massal Siron tempat beristirahat para korban Tsunami, dan lain-lain. Bisa juga menikmati sore di  Lapangan Blang Padang, atau buat kamu yg mencintai pantai bisa bersantai di pantai Lampuuk, pantai Lhoknga, pantai Ulee Lheue, pantai Alue Naga dan pantai lainnya di  Banda Aceh yg juga gak kalah indah!
#kencang betul promosinya (•‾ε‾•)  (ˇ▼ˇ)-cԅ(ˆoˆԅ)

   Aku sudah mengunjungi hampir semua destinasi di atas beberapa tahun lalu saat mengunjungi Banda Aceh. Jadi kali ini aku mau menelusuri jalan ke arah Geurutee (arah ke Meulaboh). Lumayan jauh sih, dan meskipun akhirnya gak sampe kesana, tapi pemandangan di jalan ini lumayan indah.. ╭(^▽^)╯


   Dalam perjalanan menuju kesana, kami sempat singgah di satu air terjun dari dua air terjun yg bisa disinggahi di lokasi ini. Lumayanlah...


   Walaupun gak sampai ke puncak Geurutee karena lumayan jauh, aku pun harus cukup puas dgn cukup menikmati pemandangan2 di pinggir jalan. Mashaallah Banda Aceh indah dan bersih sekali. Kotanya tertib dan sangat apik. Well design also lah… hehe.. ( ゜O ゜)
Pemandangan di jembatannya saja sudah indah, haha..




   Lagak that, hanjeut ta lukiskan ngon kata-kata...Jroh that!

   Again, i fall in love with this city.. u should get the same feelin' like this too ( ♥͡▽♥͡ )

    


Saturday, 13 August 2016

PART I: Jroeh that…Sabang!



  Selang dua minggu liburan ke Malaysia, destinasi pun dilanjutkan ke Banda Aceh! Banda Aceh memiliki kesan tersendiri buat aku, walaupun aku adalah org Aceh, tapi Banda Aceh beda. Kotanya yg rapi, terstruktur, tertib dan byk destinasi wisata yg bisa kamu temukan di dalam kota Banda Aceh itu sendiri!

  Kalo singgah ke Banda, gak seru rasanya kalo gak pergi ke Sabang! Secara Cuma 1 jam dari kota Banda Aceh dgn menyeberang menggunakan kapal :D

  Hari pertama di Banda, aku nikmatin dulu beberapa kuliner unik di kota ini, kayak surabi bantai yg menjual berbagai serabi yg disajikan bedda! Ada surabi pake durian, surabi yg dimakan pake sosis sampe surabi yg disulap jd ala pizza! Wuih,,, ajipp :D
Ada lagi kuliner cane kecil2 yg harganya Cuma 1000-an :D

  Pancake durian di Qeez Pancake Durian pun rasanya lebih legit, besar n enak dengan harga yg lebih murah dr pancake yg aku beli di Medan atau Pekanbaru. Selain kuliner yg enak-enak n unik, kamu jgn heran deh kalo liat byk cafe2 mewah nan unik di Banda Aceh dan tentu dgn harga yg gak terlalu mengoyak dompet :D

  Oke, next day aku dan temanku pun bertolak ke Sabang naik kapal lambat pukul 7 pagi. Kalo kamu mau ke Sabang bawa motor, kamu harus naik kapal lambat dgn cost sekitar 25-30rb dan memakan waktu kurang lebih hampir 2 jam perjalanan. Tapi kalo kamu gak bawa motor, kamu bisa naik kapal cepat dgn cost sekitar 60rb dgn waktu sekitar 1 jam perjalanan.



Selama di kapal, kita akan disuguhi pemandangan alam yg indah, oh,,jroeh that :’)


Setiba di Sabang, kami pun gak tahan utk gak langsung nge-gas motor n berfoto ria di salah satu tugu kota Sabang :D


  Berbeda dgn trip ke Malaysia sebelumnya yg bener2 prepare dgn booking hotel jauh hari, di Sabang aku ingin mengadopsi kata2 Rangga AADC, bahwa ada perbedaan antara traveling dan liburan. Meski sama-sama bepergian, keduanya memiliki konsep yang berbeda, yaitu konsep traveling yg tdk terlalu terncana dan lebih spontan dan menemukan kejutan-kejutan dalam perjalanan, haha.. Dan voila! There I was, knew nowhere, n hanya bermodalkan Google Map!

  Agak susah sih ngebooking hotel jauh hari di Sabang, karena itu aku nyari hotel pas nyampe di Sabang. Ada satu hotel yg aku rekom utk traveller yg low budget kyk aku, yaitu Pum Hotel. Hotelnya terletak di tengah kota dgn harga yg murah. Beberapa org suka menyewa hotel di dekat daerah wisata Sabang seperti Iboih, disana harga hotelnya rata-rata lebih mahal dan kalo malam kawasannya sepi n tentu agak lebih mahal utk merogoh kocek membeli makanan karena daerahnya dominan turis. Well, disinilah aku menginap, hotel murah di tengah kota dengan jendela besar yg langsung menghadap ke jalan, hmm..


  Tanpa menunggu lama, aku dan temanku langsung saja mengunjungi lokasi wisata pertama,  yaitu Pantai Sumur Tiga. Well, namanya begitu karena di pantai ini memang terdapat sumur yg lokasi satu sumur dgn yg lainnya agak berjauhan n meskipun sumurnya dekat dgn pantai tapi airny gak asin lho..



  Sebenarnya kalo dilihat dari peta, kalo kita menyusuri pinggir pantai kota Sabang bagian barat, kita akan menyusuri beberapa pantai, ada pantai kasih, pantai anoe itam (pantai yg pasirnya warna itam), dan pantai sumur tiga. Semuanya satu arah. Setelah itu kamu akan menjumpai Benteng Jepang. Ini adalah tempat favoritku, lokasinya begitu rindang dgn jalan setapak yg agak mendaki dan ada benteng di puncaknya.



  Setelah lelah mendaki, kamu akan disuguhi pemandangan yg indah sekali! Hamparan rumput luas di pinggir bebatuan terjal yg dibawahnya langsug laut dgn pemandangan batu koral yg tembus dari laut, jernih sekali!



  Akupun berbaring sekelak disana, sambil menikmati semilir angin dan desiran ombak,,etsehh… pemandangan lari2 kecil di tengah hamparan rumput hijau di pinggir laut gitu, cocok sekali disandingkan dgn adegan film india pikirku :p

  Well, gak terasa aku udah mengelilingi seluruh wilayah barat dari pulau Sabang! Wht? Ya Sabang mmg kecil, tp setelah itu aku memutuskan utk pulang dan istirahat, biar masi ada lokasi yg mau dikunjungi besoknya :D

  Next day aku mengunjungi tugu Nol Kilometer. Nah ini kunjungan wajib, gak sah donk ke Sabang kalo gak ber-selfie di tugu ini :D


  Sepanjang perjalanan menuju tugu Nol Kilometer, kamu akan disuguhi pemandangan hutan indah yg berbatasan langsung dgn jurang pinggir laut, indah sekali. Dan diperjalanan kami pun berhenti di salah satu warung kecil pinggir jalan utk menikmati kuliner wajib disini! Rujak aceh dan es kelapa…nyummii

  Setelah itu kami langsung menuju destinasi utama, Iboih!!
Gak pake lama, kami lgsg bergegas utk snorkeling. Nah disini, kalo mau snorkeling yg murah, kamu sebaiknya ajak bbrp teman utk patungan bareng, dan ada baiknya mengamalkan ilmu SKSD dgn org asing atau wisatawan disana utk bayar bareng. Karena disini kamu gak bisa nawar harga di depan org yg menawarkan jasa penyewaan alat snorkeling. Walhasil aku dan temanku pun mndapatkan teman “kontrak” utk bayar jasa bareng. Alhamdulillah biaya sewa alat snorkeling, sewa pemandu, sewa boat, sewa kamera air (plus org yg motoin kamu :D) dan keliling pulau Iboih semuanya 600rb rupiah dibagi berempat dgn teman “kontrak” kami, haha.. voila! Let’s snorkeling then n here we are!

Teriknya hari g mampu lg dibendung oleh sun block dan sejenak kami lupa dgn kulit yg menggosong, tapi indahnya biota laut mengalihkan perhatian kami :D
Dan ketidakahlian aku berenang membuat aku harus cukup puas dgn foto berenang di permukaan air :D



  Sepulang dr Iboih, kami dan teman “kontrak” kami pun menjadi akrab dan harus puas dgn hasil kulit yg legam nan eksotis, haha..




Bersambung…