Showing posts with label Sepotong Pikiran. Show all posts
Showing posts with label Sepotong Pikiran. Show all posts

Wednesday, 8 August 2018

Ibadah yang Indah :)



"Shand, kamu tau gak obat galau itu apa?", celetuk salah satu temanku saat sedang berdinas sore.
"Apa?", tanyaku yang tak begitu penasaran.
"Menikah".

Dulu aku penasaran dengan jawabannya, walaupun hanya sesaat, sebab menikah masih jauh dari list yang ingin kulakukan saat itu. Dan sekarang setelah menjalaninya, ternyata hal itu benar.
Dulu, setelah mengakhiri "jabatan" dengan si A maka aku berpikir agak sulit untuk menerima si B. Dan benar saja, selama menjalani "jabatan baru" dengan si B, aku masih saja teringat dengan si A
(-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )
Begitu juga ketika selesai menjalani"jabatan" bersama si B, ketika menjalaninya dengan si C, bayang si B masih saja ada, ntah itu benci ataupun kecewa atau bahkan suka Σ( ° △ °|||)?

Nah, oleh karena semua pengalaman bodoh itu maka aku pesimis akan move on dari seorang mantan yang aku pikir akan sesekali mengingatnya jika aku sudah menikah nanti. Ternyata??

Yap, obat galau itu adalah menikah. Dan tak ada solusi lain bagi sepasang insan yang saling jatuh cinta selain menikah (Riwayat Ibnu Majah).
Ternyata setelah menikah, Inshaallah tak pernah ada yang lain yang teringat, terpikir pun tidak sama sekali. Maha Suci Allah yang membolak-balikkan hati. Asal niat kita menikah untuk ibadah, inshaallah Allah beri kebaikan-Nya.


Segala sesuatu perlu kita kembalikan pada Allah. Terlepas apakah kita akan menjadi istri yang bekerja, istri yang stay di rumah. Seperti yang aku jalani, lelah pulang bekerja, memasak, membersihkan rumah, semakin banyak yang dikerjakan inshaallah semakin banyak pahalanya asal dengan niat ibadah dan inshaallah berkah.


Dalam riwayat lain, juga dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا تزوج العبد فقد استكمل نصف الدين فليتق الله في النصف الباقي
"Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya."(more --> https://konsultasisyariah.com)
So, fix ya, kalo nikah itu ibadah, mendapatkan suami yang ganteng, baik, pengertian, menyayangi istri, itu semua bagiku adalah bonus. And I'm so lucky that i've being the luckiest one for having him as my husband :)
~(‘▽’~) (~’▽’)~    (~‾ ▽‾)~    (˘⌣˘)ε˘`)   (˘ з ˘)

Hadirmu menambah satu semarak lagi pada jingga.

Sebab kini ia punya rasa.
Warnamu sarat ruahkan rona bahagia.
Lalu aku tau, bahwa sakit yang dulu hanya alpa, atau memang tak pernah ada?

Saturday, 28 April 2018

Tips-tips Muhasabah Diri




   For this posting, i would like to share some tips for u tentang gimana cara konsisten untuk "memaksa diri istiqamah" mencintai dan mengenal agamamu lebih dalam. Kenapa harus maksa?

Karena terkadang awal yang baik itu harus dipaksa :p

   Kadang iman kita naik turun ya, apalagi buat aku pribadi yang sering ngalaminya, uda tua umur segini juga masi jauh dari Tuhan (kadang-kadang). So here i share some tips dan trik buat kita juga sebagai bahan evaluasi buat aku ke depannya ketika nanti ngebaca posting-an ini lagi :) 

1. Usahakan salat lima waktunya di awal waktu


Dengan mengutip tulisan di artikel lain (https://rumaysho.com/7141-shalat-di-awal-waktu.html), yaitu:

Yang wajib bagi setiap muslim adalah mengerjakan shalat pada waktunya. Sedangkan mengerjakan shalat di awal waktu menunjukkan afdholiyah atau keutamaan.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
Sesungguhnya shalat memiliki waktu yang telah ditetapkan bagi orang beriman.” (QS. An Nisaa’: 103)



2. Tambahin salat sunnah nya

Seorang pernah menasehatiku dimana ia berkata bahwa, "Jika salat sudah "agak2" terpenuhi di awal waktu, yok kita tambah dengan salat sunnah, gak ada salahnya 'kan?"
So, perhaps u could start it with salat dhuha, atau salat rawatib, or salat tahajud mungkin :) Mashaallah...

3. Ngaji dikit yuk

Masih seorang sahabat yang sama, ia pernah nyeletuk bilang "Eh, salatnya udah di awal waktu, salat sunnah juga uda dijalani pelan-pelan, nambah ngaji dikit napa? Biar keren" :D
Well, this friend was really persuasive :D

Nah, bisa dikit-dikit dimulai dengan ngaji tiap abis salat magrib, cukup setengah halaman aja, ntar pelan2 lanjutin 1 halaman ya. Terus ntar pelan-pelan nambah lagi ngaji juga tiap abis isha, tergantung waktu kamu dimana nyamannya. Yang penting bacaannya usahain nambah. Minimal per hari atau per minggu ヾ(´ー`)ノ

Ada yang pernah bilang, kalo orang yang uda lama gak ngaji, lidahnya pasti kelu baca ayat-ayat Al-Quran, well it happened on me! Waktu masa jahiliyah aku datang, i left reciting Quran for couple of weeks, n whenever i want to start it again, i felt like lidah ini gak fasih ngajinya, macam terbata-bata. Apakah ini tanda Allah gak suka dengan aku yang jahat? ヽ(´Д`;)ノ

4. Puasa yuk

Mulai lah dengan puasa senin-kamis. Atau coba dulu senin aja/kamis aja. Boleh. Yang penting ada niat untuk berubah. Lama kelamaan itu bisa jadi kebiasaan loh. Sampe-sampe rasanya aneh kalo makan di hari senin/kamis. Haha.. (ʃ⌣ƪ)
Menguti dari artikel lain:

Usamah bin Zaid berkata,


قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ « أَىُّ يَوْمَيْنِ ». قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ « ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ »

“Aku berkata pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.”
(HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).



5. Perbanyak dengarin ceramah agama

Zaman now kita bisa akses ceramah-ceramah agama Islam dengan mudah, kalo kamu cukup bosan mendengarkan ceramah yang berjam-jam, mungkin cukup dengan nonton video ceramah agama di Instagram. Cukup 1 menit aja uda nambah ilmu (Insha Allah).

Atau buat kamu yang bosan dengan ceramah-ceramah yang "kaku", kamu bisa coba dengar ceramah Ustad Abdul Somad yang renyah abis. Atau kalo kamu mau yang "agak" berat dikit bisa nonton ceramah atau debatnya Ustad dr. Zakir Naik yang juga gak kalah seru lho!
ヽ( ・∀・)ノ


Tujuannya?
Tujuannya tidak lain adalah untuk mempertajam ilmu kamu, khususnya ilmu agama. Dan Insha Allah bisa buat kamu lebih bersyukur untuk Qanaah di agama Islam (˘⌣˘)

Atau tentukan motivasi kamu agar semangat mendengarkan ceramah, selain menambah ilmu, mungkin kamu bisa meyakinkan diri sebagai persiapan kelak kalo kamu menikah.  Misal nih kamu punya anak, dan anakmu bertanya tentang ini itu berkaitan hukum Islam, gak lucu kan kalo kamu search gugel dulu?
Well, u can motivate urself with many reasons of why u have to learn about Islam.


Oke, cukup sampai disini dulu beberapa tipsnya, mungkin kamu bisa nambahin lagi beberapa tips-tips lainnya.
For the last, tulisan ini bukan berarti I am as the writer is an expert or a pious one, tapi hanya sebagai bahan muhasabah ya :)
Let's practice it! Insha Allah it will be worth ヾ(´^ω^)ノ♪

Friday, 30 March 2018

Tihatihati


Hati-hati menyakiti hati orang, ada sedih dari ucapnya yang bisa-bisa menjadi doa, bukankah orang yg dizalimi maka ucapannya cepat dijabah?

Hadis dari Anas r.a , Rasulullah saw bersabda:
 اتق دعوة المظلوم وإن كان كافرا فإنه ليس دونها حجاب 

“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah.”
(Hadis riwayat Ahmad – sanad hasan)


 Hadis dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:
 دعوة المظلوم مستجابة وإن كان فاجرا ففجوره على نفسه 
“Doa orang yang dizalimi adalah diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tidak memberi kesan pada doa tadi.”
(Hadis hasan riwayat at-Tayalasi)


 Hadis dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah saw bersabda:
 اتق دعوة المظلوم فإنها تصعد إلى السماء كأنها شرارة 
“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara.”
(Hadis riwayat Hakim – sanad sahih)

Terkadang perihal mengikuti rasa amarah dan benci dari hati, kita tega menyakiti saudara kita sendiri (Bukankah sesama muslim bersaudara?). Bagi yang menyakiti semoga kita mampu merendahkan hati untuk langsung meminta maaf karena hidup di dunia hanya berdasarkan hablum minannas dan hablum minallah. Dan bagi yang tersakiti semoga dapat terjauh dan menahan diri dari ucapan/perkataan/doa yg buruk bagi saudaranya. Doakan lah hal yg baik, kejarlah hal yg baik pula.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:
 ثَلاَثَةٌ لاَ تُرُدُّ دَعْوَتُهُمْ : اَلصَّائِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ، وَاْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ يَرْفَعُهَا اللهُ فَوْقَ الْغَمَامِ، وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ، وَيَقُوْلُ لَهَا الرَّبُّ : وَعِزَّتِيْ وَجَلاَلِيْ َلأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ
“Ada tiga orang yang doanya tidak akan tertolak : “Orang yang berpuasa hingga dia berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang terzalimi, Allah akan angkat doa-doa tersebut di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, kemudian Allah berfirman : “Demi keperkasaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku pasti akan tolong kamu walau pun setelah melalui suatu masa“.
(Hadis Riwayat Ahmad)

“Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.”


(HR Bukhari)

Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita :)

Friends :)


Dalam hidup kita menemukan banyak teman.

Saat SD, teman-temannya gokil, main lompat tali, kelereng, hide n seek, and many more (buat yang lahir tahun 90-an pasti tau ini :p)
Mungkin kita berpikir bahwa SD adalah the best.. hmm.. wait till you sit in junior high school.

Di SMP entah gimana mainan-mainan "silly" jaman dulu hilang. Teman-teman SMP sukanya nongkrong. Anak-anak perempuan sukanya gosip, termasuk ngegosipin senior atau teman cowok di kelas yg cakep.
Gak banyak yg ingat masa-masa ini, mungkin karena masa SMA lebih "wah".

Lalu kita menemukan teman-teman SMA, dan teman-teman SD pun seketika terlupakan..
Di SMA kehidupan mulai "agak" serius, karena fase ini katanya saat-saat remaja mulai menemukan jati diri (atau malah mencari?).

Kemudian ujian hidup mulai terasa lebih berat di bangku kuliah. Bagi yg pernah merasakan kost/hidup mandiri di luar kota atau malah luar negeri yg intinya separate dengan ortu tentu mengerti serunya masa-masa struggle ini
(⌣_ ⌣!!)

Setelah kuliah, kehidupan yg sebenarnya dimulai! Welcome to Dunia Kerja.
Dunia kerja adalah dunia dimana kamu akan hidup secara monoton. Kehidupan di dunia kerja akan membuat kamu rindu dengan masa-masa sekolah. Teman-teman di SD, SMP dan SMA akan terkenang di masa ini. Saat-saat ketika beban terberat hidup adalah mengerjakan PR tiba-tiba menjadi hal yg lucu. Lucu untuk dikenang dan mustahil untuk diulang ( ° △ °|||)?

Teman-teman datang silih berganti. Ada yg menetap dan ada yg pergi. Tapi tiap-tiap mereka pasti meninggalkan suatu pesan atau pembelajaran bagi kita. Atau malah kita lah yg memberi pembelajaran berarti bagi mereka (•‾ε‾•)

\(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/

Teman-teman, musuh, saudara, atau bahkan mantan, eh? Hahhaha  ~(‘▽’~) (~’▽’)~
But i hope kita akan berhenti di teman hidup (ups) 
~( ° ε °)/

All the poeple must be leave the footprints behind. Sometime they hv changed, but no matter wht they ll be, u should only focus on u (˘ з ˘)

Thursday, 15 June 2017

An Apple from You



I had had a close friend, and this writing is something that I made for him.
We've been friend for years before he gone, we used to encourage one another, because in some moments we are same; we lived separate from our family, we didn't like to make friends that much, we were so hommy, n we loved to share things about science.
Once i used to teach him how to manage money, and on another hand he used to teach me how to forgot some silly problems that have came to me.

We were for one another until I choose to change my life n suddenly the time that I had for him was changed too.
But still at the end of time, he gave me some good advices.
I was (keep) complaining about my work, college and having no time for study.
And then he told me a story about "An apple".

"There was a man who sells apples, he has many apples. One day there was a boy who stole his apple, each apple for each day. The man is not worried, because he still has a lot. Until one day at the end of the month, he realized that he had lost 30 apples. Those 5 apples cost 10 dollars and he has lost 60 dollars for each month."


In our life, we can say that the apples are the day that we spend, and the boy is the time that we waste. We will know that the day we spend will not come back, and sometimes we have the same thoughts as the man, "It's okay, I still have a lot of apples", yes we think that we still have plenty of time to spend. That's why we become lazy to achieve our dreams _ also because our goals are not that big.

These stories keep spinning in my mind, this is very true.
And with this I promise myself for not only being a good person everyday, but also trying the best that I can be.

A friend came with a humble heart and gave lots of good advices n gone away by leaving the best advice too.


Tum mera dost, Ali :)

Sunday, 9 April 2017

Sulit Menolak Alay

Sebelum makan, "foto dulu". Visit ke tempat yg agak wah, "update location dulu". Ngalamin sesuatu yang menyentuh hati, "curhat di sosmed dulu". Lagi ngaji, "update status ceramah islami dulu". Galau karena jodoh, "update quotes tegar dulu".
Kamu jangan norak gitu deh, iya kamu 😹😹

Well, memang sulit menolak alay.

Tuesday, 28 March 2017

Menjadi Orang Baik




Salat lima waktu itu wajib, saat salat lima waktu sudah ditunaikan, seorang teman nyeletuk, "Eh, gimana kalo salatnya dilakukan tepat waktu? Biar Allah makin sayang".


Aku tertegun dan tanpa berpikir lama, i said, "Well yeah, I' ll try".



Ketika salat lima waktu sudah berhasil dilakukan tepat waktu, after many days, that friend came again n said, "Salat yang wajib udah dilakuin tepat waktu, gak pengen nambah ngaji barang satu lembar? Ngajinya tiap abis salat magrib aja, 'kan cuma bentar".

While keeping a straight face, i replied, "Sounds good!"

After couple weeks, i did reciting Quran every maghrab n then she came n stood on the door of my dorm, "U are great Shand! Wajibnya udah dijalani, yuk ditambah sunnah-nya? Salat dhuha misalnya?"

Ini teman benar-benar pinter cara ngajakinnya. So gentle, patient and made me couldn't say no. Well I'm not kind of a pious girl, but I think that's how good people were created!
Yaitu dengan mencoba melakukan hal-hal atau perubahan yang baik secara continue :)


P.S: Trust me, I'm not really a good person, well not yet, still on my way :D

Monday, 27 March 2017

Life Cycle



Saat ini mungkin kamu merasa bahagia dekat dengan si A sebelum akhirnya dia pergi dan kemudian digantikan oleh si B.

Lalu mungkin kamu berpikir biar waktu berjalan begini saja, menelan fakta bahwa si B orang yang tepat saat ini adalah menyenangkan. Kemudian si B menghilang dan si C hadir.

Hidup terus begitu, kita tidak pernah benar-benar tau siapa orang yg tepat di saat yg tepat pula. But u don't have to think about it, because people do really come and go.
Just enjoying the time that u have today :)

Tuesday, 28 February 2017

Memaafkan Masa Lalu




Setelah melejit dengan kalimat "soothe the soul"-nya, seorang teman kembali nge-hits dengan kalimat "memaafkan masa lalu"-nya.

Pelan tapi pasti, kedua kalimat ini menunjukkan bahwa ikhlas itu adalah ketika kita mampu memeluk masa lalu, mampu berdamai dengan hati, mampu menerima tanpa terlukai, mampu tersenyum pada yang hilang, serta melepaskan hal yang sekalipun kita suka. 

Ketika kita membenci seseorang, jangan beri jarak, tapi rangkullah dia, bahwa seorang yg besar itu adalah orang yg mampu mencintai musuhnya.

Ketika hal yg kita impikan tidak dapat kita raih, yakinlah bahwa "what is yours will always be yours".

Ketika benda yg kita jaga hilang, maka percaya bahwa mereka yg mengambil mungkin lebih butuh.

Ketika orang yg kita cintai meninggalkan, maka mencintainya saja cukup, tidak perlu memaksa perasaan dengan berharap lebih.

Melupakan masa lalu dan "hidup"lah di saat yg sekarang. Bahwa suatu penerimaan itu harus luas. Harus lapang.
ˆ⌣ˆ

Wednesday, 18 January 2017

Ih keren ya, tapi aku gak ngerti ( ‾▿‾)



“Eh, kalo demam itu, apa tindakan utama yang harus kita lakukan?”
Atau,
“Rekom-in donk vitamin apa yg paling bagus untuk dikonsumsi?”

   Setelah berkutat empat tahun menamatkan sarjana keperawatan dan dilanjutkan dengan setahun kuliah profesi, ternyata tidak ada mata kuliah yang mempelajari tentang jawaban sederhana untuk dua pertanyaan sederhana di atas ( ‾▿‾)-σ•

   Hal yg kupelajari ternyata lebih rumit dan njelimet dari segi bahasanya, dan memaksa otak sedikit keras untuk menerjemahkannya ke bahasa sehari-hari agar lebih mudah dipahami, sampai pernah aku berpikir, kenapa dalam dunia medis perlu mengistilahkan beberapa bahasa medis yg njelimet kalo akhirnya kita harus bisa menafsirkannya dalam bahasa awam? Toh masyarakat sebagai pengguna jasa medis juga gak paham2 amat dgn bahasa medis, jd kenapa harus dipersulit? ƪ(―˛―“)ʃ

   Contoh, musculus sternokleidomastoideus, kenapa gak disebut otot leher aja, kan gampang? Atau ostium zygomaticum, sebut aja tulang pipi, mudah kan?

   Belum lagi kalo di ruang operasi yg mengharuskan tenaga kesehatan menghapal sekian banyak alat kesehatan yg lebih njelimet menurutku, “tolong bistoury-nya dipasangkan ke scalpel handel”, atau bahasa sehari-hari di ruang rawat inap, “Eh, pasangkan boven laken nya”.
(―˛―“) 

   Awalnya ini semua jadi cobaan buatku, setelah aku memahami beberapa dari bahasa planet ini kupikir akan selesailah cobaan ini dan aku akan menjadi bagian dari kumpulan keren itu. Ternyata tidak! Menerjemahkannya ke bahasa yg mudah dimengerti oleh pasien itu justru menuntut otak bekerja ekstra sampai harus membuka cakra, eh? Haha..

   Tapi berangkat dari sini membuat aku paham, bahwa dalam bertutur kata itu lebih baik menggunakan bahasa yg sederhana asal orang lain paham daripada menggunakan bahasa yg biar terlihat keren tapi tujuan komunikasinya gak kesampaian, alias si pendengar gak ngerti dgn apa yg ingin kita sampaikan ヽ( ・∀・)
   
   Dulu, waktu masih awal kuliah, aku dan abangku pernah nganterin kakakku ke instalasi gawat darurat di salah satu rumah sakit swasta, dengan paniknya abangku bertanya, “sakitnya apa dok? Adek saya dari tadi kesakitan terus di perut kiri sampe pinggangnya”,

   Dengan santai ibu dokter menjawab, “Oh, ini kolik”. Lalu dia pergi ke mejanya untuk menuliskan resep.
   Lalu tinggallah aku dan abangku yg bengong dan bertanya-tanya, “kolik?”, dan jangan tanya lagi bagaimana ekspresi kakakku saat mendengar kata “kolik”, sepertinya sesuatu yg keren dan parah. What? Σ( ° △ °|||)?

    Atau mungkin dunia medis ini memang harus beda dan tampak keren? Hmm..
Well, dalam penyampaian informasi atau edukasi ke pasien/masyarakat gunakanlah bahasa indonesia dengan baik dan benar. Tidak perlu keliatan keren dgn istilah-istilah medis itu, sampaikanlah sesuatu yg mudah dipahami oleh orang lain, bukankah itu tujuan dasar dari perawatan dan pengobatan?

   Dan fyi, ternyata asal usul bahasa keren ini ada sejarahnya loh, dan juga bermanfaat bagi sebagian tenaga medis, mungkin hal ini akan kucoba kupas di lain tulisan dengan clue: Grey Area – ini juga menjadi bahasan menarik bagi antropolog yg fokus di bidang kesehatan.

.
.

Oke, merujuk ke pertanyaan awal tadi:
“Eh, kalo demam itu, apa tindakan utama yang harus kita lakukan?”

Aku akan menjawab singkat dengan “ Kompres”.

"Kompresnya dimana? Berapa lama? Kenapa harus dikompres?",

"Jawabannya ada di artikel lain di blog ini -->  Panas, tapi kok menggigil ya?"

"Kenapa bisa terjadi demam?", well for this question aku gak akan menjawab karena adanya senyawa pirogen pada kuman yg mengaktifkan bagian hipotalamus otak bla bla bla...
Terlalu keren.

    Aku akan menjawab singkat dengan, "Ya karena infeksi kuman".
Selesai ƪ(˘⌣˘)ʃ 
   Mungkin beberapa akan berkomentar. "ih, percuma uda kuliah kesehatan tapi jawabannya cuma singkat gitu doank".

   Dan mungkin dulu aku akan memikirkan apa yg mereka pikirkan, but now i will not, it's wasting time, karena jawaban yg mereka perlu adalah kenapa hal tsb bisa terjadi dan yg terpenting adalah bagaimana cara untuk menanggulanginya serta edukasi tepat apa yg perlu diberikan agar ke depan tidak terjadi lagi. Enough.
Karena living with others opinion is same like die (♥θ♥)

Oke, next!, “Rekom-in donk vitamin apa yg paling bagus untuk dikonsumsi?”.

   Nah, untuk ini udah lain dari bahasan yah, mungkin akan kucoba ulas di artikel yg lain, yg jelas kalo dari aku pribadi sih gak akan mau ngerekom untuk konsumsi vitamin ataupun suplemen.

Dan berbagai pertanyaan-pertanyaan sederhana lainnya yg aku dapati dari keluarga, teman dan pasien...

.
.


"Dek, sakit jantung kenapa gak boleh makan apel ya?", nah loh, ini nyambungnya dari mana? (¯―¯٥)

"Iya, ibu gak mau lagi makan semangka, gak bagus buat lambung loh", hehe..ibu belum akrab sama yg namanya kandungan lycopene dalam semangka deh kayaknya •”̮•

"Aku ini insomnia loh, padahal baru umur 22 tahun", what? udah ngalah2in irama sirkadian tubuhnya lansia ini kayaknya.

"Tanganku kalo di udara dingin suka gatel-gatel lho, apa bentar lagi mau dapat duit ya?", ini ngalahin teori histamine tubuh nih, saya juga mau donk ke tempat yg beriklim sejuk (•‾ε‾•)

haha.. dan berbagai deretan barisan pertanyaan sakit hati lainnya - sakit hati adek ngejawabnya bang..

\(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/

remark:
“tolong bistoury-nya dipasangkan ke scalpel handel” -->  Pasangkan pisau operasinya.

“Eh, pasangkan boven laken nya” --> pasang alas sprei nya.
\(˘▽˘)/

Monday, 16 January 2017

Situ Masi Ngomongin Jodoh?

   


Ada kalimat yg lagi “in” akhir2 ini disebutkan...

“Semoga cepat nikah ya”,

“Kapan rencana nikah?”,
“Tunggu apa lagi?”,
Dan bla bla…. Σ( ° △ °|||)?

   Mungkin karena usia yg udah bisa dibilang dewasa maka lingkungan pun secara gak langsung sukanya nanya seputar itu. Oke, alasan itu bisa diterima.
Lalu gimana dgn suruhan nikah karena teman2 yg lain uda pada nikah? NO, I said big no for this. Nikah tentang kesiapan, bukan karena ikut2an ‎(⌣_ ⌣!!)

   Merujuk ke alasan yg pertama, hmm… dewasa itu bukan diliat dari usia, tapi diliat dari pola pikirnya, itu menurutku.

   Umur cukup, pekerjaan ada (meskipun belum dikatakan mapan), “lalu nunggu apa?” Hei, itu pertanyaan teraneh, ya nunggu orang yg mau lah! (~‾ ▽‾)~

Seorang teman pernah mengutarakan pikirannya dgn spontan, she asked, “kamu percaya Tuhan gak?”
“Of course I do!”, nyeleneh ini pertanyaannya (¬_¬”)

“Jodoh itu dari Tuhan, kalo kamu percaya sama Tuhan harusnya kamu juga percaya kalo jodoh itu dari Tuhan. Nah, jadi kalo kamu masi galau2 gak jelas kapan kamu nikah atau jodohmu kemana, itu artinya kamu gak punya iman!”

   Haha… pemikirannya boleh juga (ˇ▼ˇ)-cԅ(ˆoˆԅ)

   Well, sebelum temanku berkata demikian, menurutku yg namanya jodoh itu kan suatu hal yg gak bisa kita paksakan, dan sebagai seseorang yg terlahir sebagai perempuan, pun tidak bisa memilih, melainkan dipilih. Jadi kenapa kita harus pusing mikirin hal yg gak bisa kita usahakan?

   Kalo dibilang daripada memikirkan jodoh, lebih baik kita berbenah diri dan mempersiapkan diri menjadi wanita yg baik, karena wanita yg baik utk pria yg baik – pernyataan ini terlalu klise buatku, omdo banget ヽ( ・∀・)ノ┌┛Σ(ノ `Д´)ノ karena pada nyatanya tetep aja galau dan posting2 hal berbau jodoh atau sesuatu tentang penantian (¬˛¬”)

   Hei, hidup tidak berhenti di lelaki. Menurutku salah satu hal murahan itu ya ini nih, galau tentang jodoh gak jelas, punya iman gak? (eh? Haha)

   Life must go on, it wouldn’t stop to wait for u to be ready. Time flies, come on, think something better. Kenapa harus menjejali pikiran dgn jodoh, toh gak akan lari gunung dikejar. What is urs will always be urs loh ;)

   Mungkin kata2 “berdamai dengan hati” lebih tepat, bahwa menerima itu harus ikhlas, termasuk tentang sesuatu yg kita harapkan tapi belum diberikan – ini gak cuma berlaku untuk jodoh loh, termasuk impian, harapan, karir, dll °\(^▼^)/°

"Jadi, kapan rencana nikah?"
“Lebih baik ditertawakan karena belum nikah daripada gak bisa tertawa setelah nikah, eh? haha
(~‾ ▽‾)~


Tuesday, 3 January 2017

Apa yang kau kejar dari hidup?



Jika hidup hanya cukup dijalani saja tanpa perlu banyak bertanya, lantas kenapa ada hal-hal yang membuat kita tidak move on dari hidup, bahkan untuk mengumpulkan semangat atas beberapa kegagalan saja terasa begitu sesak? (˘_˘”)

Manusia makhluk sosial - semua tau itu, dan ketika kita bersama seseorang, ia bisa saja menularkan semangat kepada kita yang membuncah dengan entah bagaimana atau bahkan mungkin ia bisa saja malah membuat kita terpuruk seperti ditarik paksa dari nyaman kita (⌣́_⌣̀)

Well, it means that people and us can do whtever we want, seperti mengatakan pada si A bahwa "aku akan selalu bersamamu", dan kemudian mengatakan pada si B bahwa "kamu akan selalu ada di doa-doaku", hal itu bisa saja kita lakukan, tapi pada faktanya di satu waktu kita benar-benar meninggalkan mereka. Kita bisa berbuat semau kita. Setelah itu semua, lalu apa yg ingin kita kejar? (¯―¯٥)
Adakah bahagia kita dengan itu semua? Atau mungkinkah memiliki pasangan akan membuat kita benar-benar bahagia dan berhenti bertanya tentang apa yg ingin kita kejar?

Seorang teman dekat mengatakan bahwa "mungkin setelah menikah, kau akan tau untuk apa kau mengejar semuanya - kehidupan, karir, sekolah dan mencari pasangan itu sendiri tentunya", bahwa pertanyaan atas kehidupan akan berakhir di kehidupan itu sendiri, kehidupan bersama orang lain. Lalu setelah itu apa? (―˛―“)

Terlepas dari semua itu, aku melihat kehidupan sebagai pasangan antar kata dan antonimnya, seperti ada Yin dan Yang, ada baik dan buruk, ada hidup dan mati.
Dan bagiku, hidup adalah tentang dunia dan akhirat.
Dunia tentu hanya menuntut kita mengejar hal duniawi (pendidikan, karir, dll) dan iman yg (mungkin) kita punya menuntut kita pada apa yg kau sebut akhirat.

Bahwa yg perlu dilakukan dalam hidup untuk mengejar dunia adalah dengan melakukan pencapaian karir dan pendidikan dengan sebaik-baiknya, serta berusaha menjalin hubungan yg baik dengan semua orang dan menjalani kehidupan dgn bahagia yg maksimal.
Kemudian berbuat segala kebaikan yg memperkaya iman (ibadah - wajib dan sunnah) demi mendapatkan kehidupan akhirat yg lebih baik.

Well, those both only ƪ(˘⌣˘)┐
Cukup itu saja. ☀☀

Dan kupikir, manusia-manusia di sekelilingmu dengan berbagai karakternya, plus bumi dan isinya hanyalah suatu objek tunggal yg menguji kita (terkadang menjadi ujian bagi kita) selama kita melalui perjalanan hidup untuk mendapatkan segalanya (dunia dan akhirat tadi). Maybe it’s kind of obstacles or something which can elevate u to the higher place that u want(♥͡з♥͡)

Kali ini cukup sadar aku menjabarkan semuanya, sebelum besok aku kembali tidak waras dan bertanya, aku mengejar apa? (ーー; )

Monday, 14 November 2016

Kembali ke Masa Lalu





   Terkadang saat mencium parfum seseorang kita seperti kenal dgn harumnya dan tiba-tiba teringat akan seseorang but has forgotten who is the person (‾(••)‾)
Atau saat kita mendengar musik tertentu malah membuat kita teringat akan suatu kejadian di masa lalu. Means like somehow the music remind u about something and suddenly it made u flashback, turn back in to the time that u were there yg sepertinya kita ingat atau pernah ngalamin tapi gak tau dimana (¯―¯٥)

   Sepertinya kita butuh tuan pengumpul memori di otak agar kita tidak lupa terutama dgn hal-hal penting di masa lalu. Terlebih utk tipe orang sanguin seperti aku dimana lupa sudah menjadi keseharian, kesal sekali rasanya memaksa diri mengingat suatu hal yg aku lupa tapi harus diingat (˘_˘”)

   Lalu bagaimana bila kenangan itu ter-flashback oleh sesuatu yg lebih konkret, bukan hanya musik, atau aroma parfum?
Seorang teman memberikanku game yg pernah aku mainkan hampir 16 tahun yg lalu! Dan parahnya aku lupa kalau aku pernah ada di masa itu, sampai game itu kembali kumainkan dan jutaan pixel di layar laptop membuat aku kembali ke masa lalu. Musik yg terputar di game itu dan game yg kumainkan itu membuatku seakan mengutip kembali potongan-potongan hal yg aku ingat di masa lalu.

   Bermain game dgn abang dan kakakku, suasana rumah saat itu, perasaan deg-degan pulang sekolah hanya karena gak sabaran pengen idupin tombol di belakang TV dan memasukkan kaset SEGA atau kesal dgn controller yg kadang nge-hank, all these scattered memories being like finally collide (⌣́_⌣̀) 
Sometime we forgot things that easy, and when we remember them all, may we can dig out the memories but the feeling of it has changed.

   Mungkin sekarang aku bisa mainkan game itu seperti dulu, tapi bukan dgn controller SEGA, suasananya gak di rumah itu lagi, layarnya gak sebesar TV, mainnya adem di kamar dan gak dengar suara berisik mama di dapur serta gak perlu ngantri dgn abang ataupun kakakku. Tapi justru itu yg dirindukan (T^T)

"Turning back the time is something impossible to do, so we should create the priceless one right now, because the good one wouldn't be forgotten."
ヾ(´ー`)ノ


Well thnks for my tomodachi-AB for the pieces of memory that u brought me in :D

Monday, 3 October 2016

Ikuti Kata Hati






Kalimatnya pendek tapi sarat makna. Bagiku bukannya menjadi mengikuti kata hati, malah membuat diri kita semakin galau. Bagaimana tidak? Mana mungkin mengikuti kata hati tanpa menyertai logika?

Keputusan mengambil magister keperawatan adalah mimpi terbesarku, dan untuk mewujudkan sebuah mimpi kita harus bangun dari mimpi dan berusaha untuk mewujudkannya. Di sisi lain, impian ke luar negeri juga masuk dalam waiting list dream-ku. Ke luar negeri bukan hanya sekedar travelling tetapi belajar kesana bahkan bekerja!

Setelah men­-submit berkas S2 di Universitas Kebangsaan Malaysia dan keterima, aku mengurungkan niat dan mengalihkan mimpi ke tempat lain. Dan aku juga men-submit berkas lamaran kerja ke Qatar, ketika dipanggil, aku malah mengalihkan lagi mimpiku ke tempat lain.

Sebenarnya apa yg aku mau?

Dalam hidup ternyata kita tidak bisa hanya mengikuti kata hati saja. Ngikutin kata hati sebagai pedoman awal, dalam langkah selanjutnya memang kita harus menyertakan logika. Seperti saat ini, aku memilih mengambil S2 di USU (karena ada perasaan org tua yang harus dijaga yg tdk ingin aku merantau jauh lagi), sambil kerja (menambah pengalaman), juga dekat dengan teman.

So, here I am, kuliah S2 di USU dgn jurusan yg masih linier di bidang Medikal Bedah (jurusan yg paling aku gemari) sambil bekerja di RS Swasta di bagian manajemen sembari belajar manajerial (juga ilmu yg aku minati), juga bergelut di bagian Kesehatan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (hal keren yg aku suka) serta ikut mengerjakan akreditasi rumah sakit (ilmu plus yg aku pelajari). Ternyata mauku banyak sekali, dan tidak ter-list dgn rapi, semua ingin aku pelajari dan kerjakan.

Mimpi itu perlu, tapi perencanaan itu lebih perlu. Setiap pilihan itu ada resikonya. Seperti aku yg memilih S2 di USU, harus merelakan mimpi kuliah ke luar negeri (eh kuliah di UGM juga mimpiku, haha...). Memilih menjadi perawat manajemen juga harus merelakan hobiku bekerja sebagai perawat klinis di pelayanan dan menghapus impian bekerja di luar negeri.
Tapi walaupun kuliahnya cuma di USU, aku bisa sambil bekerja dan dekat dgn keluarga dan teman-teman :)
Yang penting, mengejar impian tapi jangan lupa bahagia ya, soalnya apapun impiannya harus yg selaras dengan hal yg membuat kamu bahagia, karena hidup terlalu singkat jika mengejar karir melulu. Dan bahagiaku adalah ketika dekat dengan teman dan keluarga.

Jadi, buat kita yg banyak impiannya, the things that u need to do are:
- Mantapkan hati dan yakinkan lagi bahwa itu adalah hal yg kamu inginkan
- Buat list dan target jangka panjang serta jangka pendek berdasarkan impian mana yg mau kita capai (lebih mirip seperti tabel POA ~ Planning of Action)
- Lakukan hal-hal yg mengarahkanmu pada mimpimu atau lebih tepatnya buat keputusan yg sesuai dgn impian yg ingin kamu capai (misal resign dari pekerjaan yg tdk sesuai dg impianmu)
- Nikmati pilihanmu dan perbanyak bersyukur biar ikhlas dgn pilihan-pilihan kita

Hmm… Pada akhirnya kita memang harus berdamai dengan hati. Ketika banyak yg kita inginkan maka banyak pula yg harus kita relakan.

Dan merelakan itu bukan berarti menyerah, tetapi lebih kepada menyadari bahwa ada hal-hal yg tidak bisa dipaksakan :)