Showing posts with label Nursing. Show all posts
Showing posts with label Nursing. Show all posts

Monday, 27 November 2017

Panduan Penggunaan Portal Akademik USU

GAMBARAN UMUM PORTAL

Portal akademik merupakan sebuah sistem informasi yang berfungsi sebagai integrator informasi akademik pada semua program studi di universitas. Aplikasi ini mendukung perubahan kurikulum akademik, fleksibilitas pengelolaan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) Online dan informasi tentang hasil studi mahasiswa serta registrasi pembayaran kuliah. Portal akadmeik ini dapat diakses dimanapun mahasiswa berada dengan konektivitas jaringan yang mumpuni.

       Portal Akademik Universitas Sumatera Utara juga memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengakses dengan berbagai teknologi dan layanan, dimana pengguna Portal Akademika USU ini terdiri dari 3 jenis, yaitu:
1.      Administrator
2.      Mahasiswa
3.      Dosen

Adapun tujuan dari Portal Akademik Universitas Sumatera Utara adalah sebagai panduan bagi Mahasiswa dan merupakan suatu fasilitas yang berfungsi untuk membantu mahasiswa
dalam melakukan aktivitas dan/ atau transaksi yang berhubungan dengan akademik seperti
melihat matakuliah ditawarkan, mengakses hasil studi, memasukkan rencana studi dan
melihat transkip akhir.




TATA CARA PENGGUNAAN KONTEN

Untuk penggunaan Portal Akademik Universitas Sumatera Utara terdapat beberapa langkah-langkah yang perlu dilakukan, yaitu:
1.      Login
Sebelum memasuki Halaman Utama Portal Akademik USU, mahasiswa harus login dulu ke dalam sistem dengan cara memasukkan username dan password.

Tampilan halaman login tampak seperti gambar di bawah ini:


Username adalah Nomor Induk Mahasiswa (NIM), dan password untuk masuk ke sistem dapat Anda peroleh di bagian pendidikan di unit masing-masing.

2.      Halaman Depan
Setelah proses login berhasil, maka akan tampil halaman depan dari portal akademik USU, seperti tampak pada gambar di bawah ini:



3.      Profil
Menu Profil berisi profil (biodata) dari mahasiswa yang bersangkutan. Pilih menu Profil,

maka akan tampil halaman Profil Mahasiswa seperti tampak pada gambar di bawah ini:


Seperti terlampir pada contoh di atas, pada laman profil tercetak nama mahasiswa dan asal program studi. Pada halaman profil dapat dilihat informasi biodata mahasiswa yang bersangkutan.

4.      Registrasi
Menu registrasi merupakan salah satu menu yang ada di portal akademik USU yang
menyediakan fasilitas pendaftaran mahasiswa setiap semester agar status mahasiswa tersebut tetap aktif. Registrasi perkuliahan pada laman ini dapat diaskes secara otomatis oleh mahasiswa jika mahasiswa bersangkutan telah menyelesaikan pembayaran perkuliahan.




5.      Informasi Mata Kuliah Ditawarkan
Menu informasi mata kuliah ditawarkan merupakan salah satu menu di Portal Akademik

USU yang menampilkan daftar mata kuliah yang diselenggarakan untuk semester aktif pada fakultas yang bersangkutan.
Untuk masuk ke pilihan menu ini, mahasiswa dapat memilih pada menu bar yang disediakan di samping kanan laman portal seperti gambar berikut:




Setelah klik menu Informasi Mata Kuliah Ditawarkan, kemudian akan muncul laman yang akan menampilkan mata kuliah yang tersedia pada beberapa semester yang nantinya akan dipilih untuk pemilihan mata kuliah yang disesuaikan dengan semester  yang akan dijalani seperti tercantum pada gambar berikut:





Selanjutnya mahasiswa masuk ke laman pengelolaan KRS untuk mengambil mata kuliah yang ditawarkan.

6.      Halaman Pengelolaan KRS

Menu pengelolaan KRS merupakan menu yang dapat digunakan untuk mengelola kartu rencana studi mahasiswa seperti menambahkan data rencana studi, menghapus data rencana studi dan mencetak kartu rencana studi.






Menambah Data Rencana Studi
Langkah-langkah untuk menambah data rencana studi adalah sebagai berikut:
1. Pilih menu pengelolaan KRS
2. Tekan tombol ambil matakuliah.
3. Pilih matakuliah yang akan diambil pada semester bersangkutan dengan cara memberikan tanda centang pada checkbox yang tersedia pada kolom Kelas/Matakuliah dan tekan tombol Tambah.

Menghapus Data Rencana Studi
Langkah-langkah untuk menghapus data rencana studi adalah sebagai beriku :
1. Pilih menu pengaturan KRS.
2. Pada halaman Kartu Rencana Studi, pilih data rencana studi yang akan dihapus dengan cara memberikan tanda centang pada checkbox yang terdapat pada
kolom Kode.
3  Tekan tombol Hapus.     
                                
Mencetak Kartu Rencana Studi
Langkah-langkah untuk mencetak kartu rencana studi adalah sebagai berikut:
1. Pilih menu pengelolaan KRS.
2. Pada halaman pengelolaan KRS, tekan tombol Print.

3. Tekan tombol OK/Print.







7.      Informasi Hasil Studi
         Menu Kartu Hasil Studi merupakan menu yang dapat digunakan untuk melihat hasil studi
mahasiswa per semester.
Langkah-langkah untuk melihat informasi hasil studi adalah sebagai berikut :
1. Pilih menu Informasi Hasil Studi.
2. Pilih semester yang akan dilihat dan tekan tombol Lihat.

3. Akan tampil halaman Informasi Hasil Studi seperti tampak pada gambar di bawah ini





8.   Transkrip Nilai
Menu Transkrip Nilai merupakan menu yang dapat digunakan untuk melihat transkrip nilai mahasiswa. Pada laman ini mahasiswa dapat mengakses nilai indeks prestasi kumulatif dari semester keseluruhan.

9.   Logout
Untuk keluar dari sistem, silahkan klik link Logout yang terletak di bagian atas, bersebelahan dengan link halaman depan.





Portal merupakan salah satu jenis sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk mempermudah akses informasi bagi mahasiswa di kalangan civitas akademika. Penggunaan portal juga memiliki sistem proteksi dimana mahasiswa hanya dapat mengakses portal akademik miliknya sendiri dengan menggunakan username dan password. Dengan adanya portal akademik diharapkan dapat mempermudah sistem pembelajaran di kampus.




Monday, 7 November 2016

Penyebab Jari Kesemutan, Bisa Jadi CTS, Yuk Kenalan! ╭(^▽^)╯





  Setahun setelah bekerja di salah satu RS besar di Pekanbaru, aku didiagnosa mengalami penjepitan saraf pergelangan tangan atau lebih kerennya disebut CTS (Carpal Tunnel Syndrom). Carpal sendiri merupakan bahasa latin yang berarti tulang pergelangan tangan, Tunnel berarti terowongan (seperti terowongan untuk dilewati oleh serabut saraf dalam kasus ini), serta syndrom berarti gejala, gejala yg bagaimana? CTS memiliki gejala yg khas, yaitu sensasi rasa kesemutan pada ujung-ujung jari, yang lama kelamaan akan berakhir dengan mati rasa, what?? Ya mati rasa untuk sensasi pada tangan seperti sentuhan, nyeri, dingin, dan panas. Ondeh, disentuh aja belum malah udah mati rasa ya? Haha.. (˘_˘”)

   Awal kenal dengan si CTS, aku merasa itu adalah sesuatu yg mengerikan, bagaimana tidak? Secara kalo yg rusak itu sel (misal seperti luka), maka seperti yg kita ketahui, sel mampu memperbaiki diri sendiri dengan bantuan protein dan senyawa kimia lainnya. Sedangkan saraf? Ehm.. saraf bisa dibilang agak manja. Kalo uda rusak, susah utk dibujuk :’(
Inilah kira-kira penampakan lokasi si CTS dalam pergelangan tangan kamu:



   Nah ternyata CTS memang diam-diam makan dalam, gejala awal yg dirasakan adalah sensasi rasa kesemutan, lama-kelamaan menjadi nyut-nyutan, dan kemudian bisa jadi dia akan mengajak tendon (otot disekitarnya) utk berkonspirasi dgn mengalami pembengkakan kalo kumat, and that's wht i felt, huft…
Penyebaran rasa kesemutannya kira-kira di area ini:




   Well, after I got an answer about this case from the doctor, he said that it needs kinda medical surgery. What?? (゜◇゜)(O_o)*!!
"Gak ada alternatif lain dok?", "Ada", huft... ƪ(―˛―“)ʃ

   Yaitu fisioterapi, konsumsi analgesik (obat nyeri), dan penggunaan alat bantu wrist splint. Dan itu dilakukan continue, atau bisa dibilang forever. Wht? Apes sekali rasanya (T^T) 

   Tapi gak ada suatu apapun yg terjadi kalo bukan karena kehendak-Nya kan? Yap, lagi-lagi berdamai dgn hati… bahwa yg baik belum tentu baik utk kita dan yg buruk kadang-kadang memang buruk, haha.. So, kalo ikhlas inshaallah sakitnya bisa dinikmati (yg ini sok gaya)  (T▽T)

   Momen awal berkenalan dgn CTS adalah saat aku merawat pasien dgn kesadaran somnolen selama hampir 3 bulan dgn keadaan yg mengharuskannya beraktivitas di tempat tidur, aku membantu beliau mulai dari memandikannya, memberi makan, memiringkan beliau ke kiri dan kanan per 3 jam, mengganti spreinya, mengganti popok dan lain-lain yg semuanya aku lakukan dgn posisi beliau di tempat tidur dgn kesadaran beliau yg bisa dikatakan hampir koma. Kadang aku lakukan sendiri dan kadang dibantu teman. Berat beliau bisa dikatakan lumayan yg ternyata memberi beban berlebih pd tanganku saat menggerakkan badan beliau. Nah itu terjadi secara terus menerus, sampai nth kenapa timbul rasa sayangku dgn beliau dan menghasilkan CTS sbg benih cinta kami, hah? Haha...  (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ ) 

   Awalnya sepele, rasa kesemutan di jari-jari, ah biasa (mungkin kamu juga pernah merasakannya dan menganggapnya normal), lama-kelamaan kesemutan yg dirasakan terus menerus and it made me curious, until then I met a doctor and asked about it. Ternyata CTS ini bisa timbul oleh karena gerakan-gerakan menekuk pergelangan tangan yg dilakukan terus menerus alias monoton, seperti gerakan mengetik, memeras kain, gerakan nge-gas motor, dan lain-lain. Wow, ternyata gerakan ini hampir kita lakukan setiap hari. Jadi buat kamu, jgn berikan gerakan terlalu memaksa pada tangan saat beraktivitas seperti gerakan-gerakan hiperekstensi. Yg sedang-sedang saja ya..  \(´ー`)┌

   Terapi yg baik utk pergelangan tangan dgn CTS adalah operasi, yaitu tindakan open release dgn cara membuka dan membuang sedikit otot atau tendon yg menjepit saraf pada pergelangan tangan (tunnel). kira-kira tindakannya seperti ini:



   Ketika ditawarkan opsi ini oleh dokter ortopedi, aku langsung lemas membayangkan untuk di operasi ‎(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

   So I took the second opinion from another doctor untuk mengambil tindakan alternatif dgn melakukan fisioterapi rutin menggunakan kejut listrik dan diberi semacam gelombang pada daerah yg nyeri. Juga tdk lupa tangan yg nyeri dicelup-celup ke dalam parafin (lilin) panas sebanyak 10x yg membuat tangan serasa digoreng (* ̄m ̄)



   Atau alternatif lain dgn disuntik analgesik (obat nyeri) pada pergelangan tangan atau mengkonsumsi analgesik secara rutin. Cara ini pasti aku tolak, karena aku anti dgn segala hal yg berbau farmakologis -- kecuali terpaksa, hehe...


   Well then here I am with this awesome wrist splint that accompany me almost everyday whenever I feel pain on my wrist (⌣́_⌣̀)


   Well apa yg terjadi jika CTS ini tidak ditindaklanjuti? Apakah dgn menggunakan alat bantu wrist splint bisa menyembuhkan CTS? Atau apakah tindakan rutin fisioterapi dan mengkonsumsi analgesik bisa membantu? Hmm... jawabannya tidak  (⌣́_⌣̀)

   CTS gak akan move on begitu aja walaupun kamu pake wrist splint dan rajin fisioterapi, karena kedua alternatif tersebut hanya membantu untuk mengurangi tingkat keparahan CTS dan mendamaikan rasa nyeri sesaat  (˘_˘”)   ciri khas yg tampak pada penderita CTS adalah tipisnya bantalan otot pada ibu jari dan bila dibiarkan terus menerus maka bantalan otot ini akan semakin menipis serta tangan akan kehilangan sensasi seluruhnya, not like paralyze but actually it looks like mati rasa, tangan gak akan bisa ngerasain sensasi lagi.


   Jadi perlukah dioperasi? Yup, this is the one and only way that the doctor has suggested me to. Berdasarkan pengalaman dgn pasien yg memiliki kasus serupa dan mengalami post surgery open release, ada yg sembuh total dan ada juga yg beberapa tahun setelah operasi, sakitnya kumat kembali. So, operasi ternyata tdk menjamin 100% ya, jadi gimana donk? Berdoa ajalah ya...  ( ¯^¯)   \(´ー`)┌ 

Semoga bermanfaat :)

Friday, 23 September 2016

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENJAWAB TANTANGAN ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN



Keperawatan di Indonesia di masa depan perlu mendapatkan prioritas utama dalam pengembangan keperawatan. Hal ini berkaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan global, mengingat setiap perkembangan dan perubahan memerlukan pengelolaan yang profesional serta memperhatikan setiap perubahan yang terjadi di Indonesia, contoh perubahan kependudukan dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia dan bertambahnya umur harapan hidup, maka akan membawa dampak terhadap masalah kesehatan dan lingkup dari praktik keperawatan.

Dalam konteks perubahan, lingkup praktik keperawatan terjadi pergeseran yang dulunya lebih menekankan pada pemberian pelayanan kesehatan/keperawatan pada “hospital-based” ke “community-based.” Keadaan ini menuntut perawat untuk lebih mandiri dan berpandangan jauh ke depan dalam melaksanakan perannya secara profesional, hal ini sejalan dengan pembangunan kesehatan nasional yang berubah ke arah paradigma baru, yaitu paradigma sehat.

Sebagai profesi, perawat juga turut andil dalam memajukan kesehatan nasional dengan berkontribusi memberikan pelayanan kesehatan terbaik.  Seorang pemimpin    yang   efektif   adalah    yang dapat mempengaruhi orang lain agar dapat bekerja sama untuk mencapai hasil yang  memuaskan bagi terjadinya perubahan yang bermanfaat. Fenomena yang terjadi pada umumnya, perawat bekerja sesuai instruksi dari atasan, dan kurang memunculkan ide yang diluar kotak pemikiran perawat pada umumnya. Dan faktanya, dari beberapa gaya kepemimpinan, tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang terbaik dan berlaku universal untuk segala situasi dan lingkungan. Dengan kata lain, kepemimpinan efektif tidak didasarkan pada pemilikan right stuff atau right style, namun lebih pada kemampuan menilai lingkungan sehingga dapat memutuskan perilaku kepemimpinan yang paling tepat untuk situasi yang dihadapi.

Untuk menjawab tantangan era global yang dinamis, diperlukan suatu gaya kepemimpinan yang menuntut perkembangan dari individu/bawahannya yaitu gaya kepemimpinan transformasional, dimana pemimpin transformasional memiliki karakteristik merumuskan, mengkomunikasikan dan mengimplementasikan visi dan hal ini sangat cocok untuk memimpin tipe perubahan tertentu. Apabila cara-cara lama dinilai sudah tidak lagi sesuai, maka sang pemimpin akan menyusun visi baru mengenai masa depan dengan fokus strategi dan motivasional dimana visi tersebut menyatakan secara jelas tujuan organisasi dan sekaligus berfungsi sebagai sumber inspirasi dan komitmen. Pemimpin trasnformasional cenderung mengidentifikasi visi untuk mendukung pencapaian dari tujuan dan membantu perkembangan anggota dan sangat bernilai dalam organisasi karena ia membantu setiap anggota untuk menemukan kebutuhan individualnya yang kemudian diselaraskan dengan tujuan organisasi atau secara tidak langsung turut memotivasi anggota untuk mencapai tujuan bersama tersebut.

Contoh kepemimpinan transformasional yang dapat diterapkan dalam layanan asuhan keperawatan adalah kepala ruangan memberikan keleluasaan bagi anggotanya untuk mengambil sikap atau keputusan dalam memecahkan permasalahan di ruangan, secara tidak langsung kepala ruangan memotivasi anggota untuk mencetuskan ide dan berpendapat serta terlibat langsung, anggota akan merasa lebih bertanggung jawab atas solusi permasalahan yang diambil jika dilibatkan langsung dalam pemecahan suatu masalah.

Secara umum kepemimpinan transformasional menjanjikan perubahan dramatis dan hal ini sejalan dengan konsep leader of change. Perubahan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat yang memberi dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan dan untuk mencapai perubahan tersebut, pemimpin mengambil peranan yang besar untuk memotivasi anggota. Wuryanto (2012) dalam penelitiannya mengatakan bahwa ada hubungan antara kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen dengan kepuasan kerja perawat yang berdampak pada peningkatan kinerja perawat. Didukung oleh penelitian Muniroh (2015) yang mengatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala ruang dengan kinerja perawat.

Dalam kepemimpinan transformasional, yang merupakan perluasan dari kepemimpinan kharismatik, pemimpin menciptakan visi dan lingkungan yang memotivasi para karyawan untuk berprestasi melampaui harapan. Hal ini diharap dapat menjawab tantangan pembangunan nasional yang berorientasi kesehatan untuk dapat bersaing di era globalisasi. Kebijakan pemerintah dalam menerapkan sistem akreditasi di seluruh rumah sakit secara langsung menuntut pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dalam menghadapai era Masyarakat Ekonomi Asean, namun dalam hal pelaksanaannya rumah sakit sebagai organisasi, terutama perawat sebagai lini terdepan dalam pemberian pelayanan kesehatan, membutuhkan sosok pemimpin yang cocok untuk menjawab tantangan globalisasi tersebut sebagai seorang change leader.

by: Shandra, S.Kep., Ns

Friday, 19 July 2013

Dinas "Ceria" :D

   Kebayang gak kalo kamu mendadak jadi orang penting di suatu lingkungan tertentu karena kontribusimu untuk mereka yang begitu positif?
   Yup hal inilah yang aku rasakan selama 3 bulan dinas di komunitas. Sebenarnya sih gak jadi orang penting juga, tapi merasa penting karena bisa memberikan kontribusi positif untuk masyarakat di segala usia.
   Sebelumnya aku ucapkan terima kasih untuk fakultas keperawatan USU yang memberikan aku kesempatan untuk merasakan hal istimewa ini, dan teristimewa kepada teman-teman seperjuangan yang berkat kalian aku bisa menumpahkan cerita berharga ini disini.
   Bermula dari sebuah project komunitas. Yang perlu kamu lakukan untuk memulai sebuah program kerja adalah dengan mengetahui permasalahan yang ada di suatu lingkungan melalui penyebaran angket. Yup, kami membagikan angket ke beberapa penduduk untuk nantinya ditabulasi kemudian dianalisa dan diangkat dalam suatu prioritas masalah.

   Dalam menyebarkan angket, kamu juga perlu membekali diri dengan sikap “sok tau, perlu tau, & mau tau”, kenapa? Karena ada hal-hal bersifat subjektif yang perlu kita tahu dalam menggali masalah yang ada di masyarakat, sekaligus juga untuk jadi bahan obrolan pedekate dan nunjukin ke masyarakat bahwa kamu peduli dengan masalah mereka, hm..nice tips :D
   Setelah diperoleh prioritas masalah yang dikategorikan dalam masalah lingkungan, masalah KB, bayi/balita, remaja dan lansia, kami pun mulai melakukan intervensi atau perencanaan program kerja yang dituang dalam Planning of  Action (POA), kemudian menyusun timeline biar kita tahu kapan kita akan melaksanakan implementasi program kerja dan tentunya setiap program kerja mempunyai penanggung jawab pelaksananya.
     Nah, setelah mendapatkan prioritas masalah beserta persentase data yang mendukung, kita juga perlu memaparkan masalah atau diagnosa yang diangkat agar masyarakat juga tahu apa yang akan kita lakukan selama beberapa minggu ke depan dan sekaligus mengharapkan partisipasi masyarakat agar program kerja dapat berjalan lancar. Untuk itu kami melakukan sosialisai ke wirid bapak-bapak dan wirid ibu-ibu serta sosialisai ke acara pengajian remaja.
   Setelah sosialisasi, kami pun mulai melakukan program kerja, mm...saya lupa urutan program kerja apa yang kami lakukan duluan, tapi saya akan mencoba memaparkan satu per satu program kerja yang kami lakukan, hehe..cekidot ;)
   Untuk masalah lingkungan, salah satunya kami melakukan kegiatan "Minggu Bersih" atau goro-goro setiap jam 8 pagi sampai selesai. Bayangin deh gimana rasanya dinas di hari minggu (yang harusnya libur) dan jam 8 pagi uda heboh bersih-bersih di lingkungan orang yang mungkin kamar sendiri aja gak sempat dibersihin, tapi insyaallah kami ikhlas kok, hehe..

   Kemudian kami juga mendatangi Posyandu di lingkungan untuk membantu kader desa melakukan kegiatan posyandu berupa mendata bayi/balita, menimbang bayi/balita, membagikan makanan tambahan dan sebagainya.

   Selain itu kami juga melakukan kegiatan penyuluhan terkait pemberian ASI dan tumbuh kembang balita serta kami menarik perhatian ibu-ibu disana dengan melakukan kegiatan "Lomba Foto Bayi Sehat". Nah, untuk latar layar fotonya kami membuatnya sendiri secara instan dan alat yang kami gunakan untuk penyuluhan juga berupa media yang sederhana, hehe..


   Dan alhamdulillah kegiatan tersebut berjalan lancar :)
  Kemudian, sambil melakukan pendekatan dengan ibu-ibu tersebut saat Posyandu, kami juga sekaligus melakukan promosi tentang program kerja kami yang lain kepada ibu-ibu tersebut terkait masalah Keluarga Berencana (KB), dimana kami melakukan kegiatan "Konseling KB" bekerja sama dengan lintas sektoral dengan menyediakan jasa layanan KB gratis sekaligus penyuluhan KB dan konseling gratis :)
Dan acaranya alhamdulillah berjalan sukses :D

   Hmm.. program lingkungan sudah, kegiatan bayi/balita sudah, kegiatan KB untuk ibu-ibu juga sudah. Selanjutnya kami mulai merambah ke anak sekolah, dimana kami melakukan kegiatan UKS berupa "Pelatihan Pertolongan Pertama Cedera Ringan dan Keracunan Makanan" pada anak SD.

   Nah, walaupun kami sibuk menjalankan program kerja setiap minggunya, masing-masing dari kami juga tidak lupa untuk tetap rutin melakukan penyuluhan kepada keluarga kelolan dan lansia binaan kami masing-masing untuk terus meng-update masalah mereka dan berdiskusi dengan mereka terkait masalah kesehatan yang mereka alami dan membahas solusinya. Berikut adalah salah satu keluarga lansia binaanku yang sedang aku lakukan implementasi :) 
    Dalam memberikan implementasi pun, kita mau tidak mau harus menyesuaikan dengan kesibukan mereka. Seperti lansiaku yang setiap harinya bekerja sebagai pemetik cabe. Jadi disela-sela kesibukannya pun aku terpaksa ikut nimbrung dan membagikan info kesehatan kepada mereka.
  Selain melaksanakan program kerja dan rutin mengelola keluarga binaan, kami juga tidak lupa melakukan kegiatan mingguan kami, selain kegiatan "Minggu Bersih" yang aku ceritakan di awal, kami juga melakukan kegiatan mingguan "Pemeriksaan Jentik Berkala" setiap hari jumat dengan mendatangi rumah-rumah warga di lingkungan kami dan memberikan penyuluhan terkait pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dalam kegiatan ini kami juga seharusnya membagikan bubuk abate gratis pada tiap rumah. 
   Kebayang gak sih gimana kamu harus keliling-keliling kamar mandi rumah orang dan celingak-celinguk disana?
   Selain kegiatan "Pemeriksaan Jentik Berkala", kami juga punya program kerja mingguan berupa "Senam Lansia" dan "Jalan Santai Lansia" dimana kegiatan ini ditutup dengan penyuluhan kesehatan seputar masalah lansia seperti Rematik, Diabetes Mellitus, Hipertensi, Gastritis, dan lain-lain. Ini merupakan kegiatan yang paling aku senangi, karena bisa sejenak menggerakkan tubuh bersama para lansia dan sehat pula! :D

  Huft... panjang ya ceritanya? Tapi kerasakan gimana positifnya kegiatan yang kami lakukan? Dan yang paling penting kontribusi positif ini dapat dirasakan di segala lapisan usia, alhamdulillah.. :)
Sebagai program kerja penutup dari semuanya, kami mengadakan kegiatan Big Project (begh...ternyata masih ada lagi ya?)
   Kegiatan Big Project yang kami lakukan ada 2, yaitu Big Project komunitas berupa penyuluhan tentang pengelolaan sampah bekerja sama lintas sektoral dengan Lembaga Lingkungan dan kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berupa menyikat gigi dengan benar yang bekerja sama dengan dokter gigi FKG USU serta Big Project Gerontik berupa penyuluhan tentang osteoporosis dan pemeriksaan kesehatan gratis.

   Yang terakhir, sebagai informasi: Inti dari asuhan keperawatan komunitas yang kami jalankan adalah untuk memberikan upaya promotif dan preventif terkait masalah kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok ataupun masyarakat yang nantinya diharapkan dapat terjadi perubahan perilaku sehat yang lebih baik oleh mereka.
                                                              ooooO____Ooooo


   Wuih... awesome deh ngebayangin semua rentetan kegiatan tersebut bisa kami lewati dengan lancar, alhamdulillah... Tetapi dalam melalui semua itu, tentunya gak mulus-mulus aja. Di awal dinas kami sempat bengong 2 minggu dan stuck gak tau mau ngerjain apa duluan. Belum lagi sempat ribut dan gadoh karena selisih paham (pasti). Terus semuanya stres ngeliat gimana berseraknya posko (rumah tempat kami stay) setiap habis ngerjain tugas, kayak contoh yang satu ini:

   And the last we were successful because we fought for it, and we deservedly for it :)

   "Masa-masa profesi memang indah untuk dikenang tapi SULIT untuk diulang", hehe..