Thursday, 25 May 2017

Perkampungan Apung Warna Warni ala Balikpapan


   Selain Malang, Jogja dan Semarang, kota Balikpapan sebagai salah satu kota berkembang yang terkaya di Indonesa ini juga memiliki kampung warna warni di daerah perumahan apung yg terletak di Teluk Seribu.

   Selain disuguhi dengan warna warni perkampungan yg semarak, lokasi wisata yg terbilang baru ini juga menawarkan pemandangan perkampungan apung yg indah sembari menyusuri sungai Manggar dan menikmatinya lebatnya hutan mangrove di tepi sungai perkampungan apung ini.

   Untuk dapat menikmati lokasi wisata ini, kamu cukup merogoh kocek 3000 rupiah saja, dan untuk menikmati berkeliling hutan mangrove menggunakan perahu kamu akan dikenakan biaya 25000 rupiah per orang dengan minimal jumlah penumpang 4 orang,

   Nah, sepanjang tembok di perkampungan apung nan warna warni ini, kamu juga akan disuguhi lukisan 3D yang (seperti) hidup loh, dan ini tentu merupakan kabar gembira bagi kamu pecinta foto karena merupakan spot yg hot untuk selfie, hehe..



   Eh, gak cuma di dinding, jalan setapaknya juga semarak dengan lukisan 3D loh °\(^▼^)/°


   Juga jalan-jalan lorong di dalam perumahan apung yg gak kalah warna warninya (~‾ ▽‾)~



    Well, happy explore Kaltim ya!



#explorebalikpapan

Sunday, 21 May 2017


Lipatan di tangan Tuan selipkan sepuluh jemari,
menari lari dari peluh Puan ingin lagi.


Pikir jenuh akan sore sendiri kini beranjak ke kaki timur,
lalu Tuan kejar semua jarak sebelum menumbuh janur.


Sekarang Tuan disini memeluk Puan penuh syukur,
sebab rindu temu yg kemarin tidur kini hadir sebagai pelipur.


(The precious 18th of May, 2017) 
(˘⌣˘)  ~ half year..

Tuesday, 18 April 2017


Dicintaimu layaknya gema yg menyemarakkan limbung hatiku akan tawa.
Dirinduimu seperti semaian benih yg tumbuh memaksa.
Mencari carut ramu dalam kita yg satu, sebab mencintai dan merinduimu haruslah aku,
begitu katamu..
(The precious 18th of April, 2017) 
 (ˇ▽ˇ)-c̯(˘⌣˘)

Sunday, 16 April 2017

Jaa & Doo: The ninth pieces (Final)



"Kita begini saja, pernah aku rindukan jumpa, tapi untuk suka, sudah lupa kutitip ia dimana".

Kalimat itu cukup membuat Doo menanggalkan semua impian yg pernah ia gantung pada lelaki itu, bukan menyerah, tapi lebih kepada menyadari bahwa beberapa hal memang tidak bisa dipaksakan.

Lalu Doo belajar cara-cara memeluk masa lalu, cara-cara melupakan waktu, cara-cara mengikhlaskan jarak, dan tak pernah ada yg salah dengan pengharapan, yg salah adalah ketika ia meletakkan harapan itu pada seseorang.
Harapan haruslah dipupuk di pundaknya sendiri, bukan pada orang lain.

Jaa tau betul bahwa waktu tidak pernah menyembuhkan segala, tapi bagaimana ia berproses lah yg akan mengubahnya.

Mungkin memaafkan masa lalu adalah hal yg perlu, karena beberapa rindu memang ditakdirkan tanpa temu.

Jaa & Doo: The eighth pieces


Kalimat yg panjang mengakar pada barisnya. Entah sudah berapa puluh paragraf yg tumpah.
Mulut mereka ruah, sesekali tersungging senyum yg tidak lagi getir.
Jaa dan Doo bercerita semua, bersambung-sambung ceritanya tanpa sudah.

Sesekali dibiarkannya matanya bertaut. Layar 6x11 inci itu pun tampak lebih lebar bagi mereka berdua.
Wajah Doo bersungut-sungut, disambut tawa Jaa yg tak pernah lagi datar.

"Lalu, kapan kau akan datang?", ini satu dari 100 pertanyaan tentang jumpa yg kerap dilontarkan Doo.

Jaa tersenyum, senyum yg seperti biasa - biasa mematikan Doo saat itu juga,
"Kita begini saja, pernah aku rindukan jumpa, tapi untuk suka, sudah lupa kititip ia dimana".

Doo tercekat, alisnya mengernyit dengan mata membelalak, mulutnya terkatup rapat,
"Maksudnya"?".

Sunday, 9 April 2017

Sulit Menolak Alay

Sebelum makan, "foto dulu". Visit ke tempat yg agak wah, "update location dulu". Ngalamin sesuatu yang menyentuh hati, "curhat di sosmed dulu". Lagi ngaji, "update status ceramah islami dulu". Galau karena jodoh, "update quotes tegar dulu".
Kamu jangan norak gitu deh, iya kamu 😹😹

Well, memang sulit menolak alay.

Tuesday, 28 March 2017

Menjadi Orang Baik




Salat lima waktu itu wajib, saat salat lima waktu sudah ditunaikan, seorang teman nyeletuk, "Eh, gimana kalo salatnya dilakukan tepat waktu? Biar Allah makin sayang".


Aku tertegun dan tanpa berpikir lama, i said, "Well yeah, I' ll try".


Ketika salat lima waktu sudah berhasil dilakukan tepat waktu, after many days, that friend came again n said, "Salat yang wajib udah dilakuin tepat waktu, gak pengen nambah ngaji barang satu lembar? Ngajinya tiap abis salat magrib aja, 'kan cuma bentar".

While keeping a straight face, i replied, "Sounds good!"

After couple weeks, i did reciting Quran every maghrab n then she came n stood on the door of my dorm, "U are great Shand! Wajibnya udah dijalani, yuk ditambah sunnah-nya? Salat dhuha misalnya?"

Ini teman benar-benar pinter cara ngajakinnya. So gentle, patient and made me couldn't say no. Well I'm not kind of a pious girl, but I think that's how good people were created!
Yaitu dengan mencoba melakukan hal-hal atau perubahan yang baik secara continue :)


P.S: Trust me, I'm not really a good person, well not yet, still on my way :D