Thursday, 15 June 2017

An Apple from You



I had had a close friend, and this writing is something that I made for him.
We've been friend for years before he gone, we used to encourage one another, because in some moments we are same; we lived separate from our family, we didn't like to make friends that much, we were so hommy, n we loved to share things about science.
Once i used to teach him how to manage money, and on another hand he used to teach me how to forgot some silly problems that have came to me.

We were for one another until I choose to change my life n suddenly the time that I had for him was changed too.
But still at the end of time, he gave me some good advices.
I was (keep) complaining about my work, college and having no time for study.
And then he told me a story about "An apple".

"There a was a man who sells apples, he has many apples. One day there was a boy who stole his apple, each apple for each day. The man is not worried, because he still has a lot. Until one day at the end of the month, he realized that he had lost 30 apples. That's 5 apples cost 10 dollars and he has lost 60 dollars for each month."


In our life, we can say that apples are the day we spend, and the boy is the time that we waste. We will know that the day we spend will not come back, and sometimes we have the same thoughts as the man, "It's okay, I still have a lot of apples", yes we think we still have plenty of time to spend. That's why we become lazy to achieve our dreams _ also because our goals are not that big.

These stories keep spinning in my mind, this is very true.
And with this I promise myself not only to be a good person everyday, but also trying the best that I can be.

A friend came with a humble heart and gave lots of good advice n gone away by leaving the best advice too.


Tum mera dost, Ali :)

Sunday, 28 May 2017

Wisata Taman Nasional Gunung Leuser


   Gunung Leuser yang disebut sebagai warisan dunia oleh UNESCO terhitung Juli tahun 2004, merupakan hutan hujan tropis sumatera yang 70% luas hutannya berada di provinsi Aceh. Dan harta warisan dunia non benda ini merupakan salah satu wilayah konservasi yang paling penting di muka bumi loh!

   Bagaimana tidak, hutan ini ternyata merupakan satu-satunya di dunia dimana hewan seperti Badak, Harimau Sumatera, Gajah dan Orangutan hidup dalam satu kawasan.


   Bicara tentang Orangutan, salah satu temanku yang berkebangsaan German bulan lalu berkunjung ke Medan dan misinya adalah untuk meng-explore hutan Leuser yang sebagian wilayahnya ini terletak di Langkat, Sumatera Utara. Dia begitu terobsesi untuk melihat langsung Orangutan Sumatera.

   Well it was awesome to make a plan of ur holiday untuk menjelajah alam dan bersentuhan langsung dengan satwa di dalamnya (but not for having plan meeting a tiger ya 😅😂)

Lokasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) ini bersebelahan dengan lokasi wisata Sungai Bahorok Langkat yg merupakan lokasi wisata terkenal di daerah Langkat, Nah Untuk berkunjung ke TNGL ini sendiri, kamu cukup merogoh kocek sekitar 5000 rupiah, what?? Murah Sekali,,,! Well, ini hanya uang masuk ke kawasan TNGL dan bermandi di air sungai Bahorok saja loh.. 😂😂😂


    Nah itu merupakan penampakan jembatan gantung di atas Sungai Bahorok (ˇ▽ˇ) hehe..

   Untuk dapat meng-explore hutan hujan tropisnya, kamu harus menyewa guide dan pastikan mereka pro ya. Untuk hiking sekitar 3-4 jam akan dikenakan biaya 170.000 rupiah (including fee entrance, food, dan makanan yg akan diberikan ke Orangutan). Kamu bisa search di Google untuk ini, waktu itu kami menggunakan jasa guide dari On The Rock. Sebelum pelesir ke hutan, kami diberi fasilitas bersantai-santai dulu di kawasan On The Rock yang hutan banget, dan untuk menuju ke On The Rock sendiri, kami harus mendaki jalanan setapak yang ditumbuhi pohon karet, indah sekali.



 
   Well, lumayan lelah juga mendaki ke kawasan On Ther Rock, jadi sebelum hiking,kami disuguhi minuman dingin sembari menikmati kawasan On The Rock yang asri, kami pun duduk santai di puncak  pondok On The Rock sembari memanjakan mata menikmati keindahan pepohonan dan sungai dari puncak bukit.



   Dalam bayanganku awalnya kita akan masuk ke daerah konservasi Orangutan dan melihat sarang mereka serta bermain-main dengannya, ternyata tidak (¯―¯٥)

   Untuk menemui Orangutan, kita harus mencarinya di dalam hutan dan melakukan hiking. Dan hari itu keberuntungan tidak berpihak pada kami, karena selama hiking kami hanya bertemu dua Orangutan, biasanya sih ketemu lima sampai enam ekor atau lebih.






   Cuaca juga kurang mendukung, karena siang itu hari tampak mendung. Menurut penuturan guide, Orangutan sangat takut dengan air, dan bila hujan turun, mereka akan berlari menggunakan pelepah daun lebar untuk menutupi wajahnya dan bersembunyi di sarangnya yang nyaman. Sarang mereka pun terletak di puncak-puncak pohon besar, hal itu dilakukan untuk menghindari ancaman dari Harimau Sumatera yang kerap berwara-wiri memangsa mereka.

   Well meskipun walaupun harus puas bermain dengan dua Orangutan saja, setidaknya liburan kami cukup menyenangkan dengan bisa berkesempatan meng-explore TNGL dan melihat langsung habitat Orangutan Sumatera yang merupakan
 termasuk salah satu hewan yang akan punah menurut Persatuan Konservasi Alam Internasional (IUCN).

  Jadi, buat kamu yang berdomisil di daerah Sumatera Utara, Medan khususnya, eksplorasi hutan Leuser ini juga bisa menjadi salah satu destinasi liburan yang menyenangkan selain Danau Toba atau Brastagi ya ヾ(´^ω^)ノ♪




Thursday, 25 May 2017

Perkampungan Apung Warna Warni ala Balikpapan


   Selain Malang, Jogja dan Semarang, kota Balikpapan sebagai salah satu kota berkembang yang terkaya di Indonesa ini juga memiliki kampung warna warni di daerah perumahan apung yg terletak di Teluk Seribu.

   Selain disuguhi dengan warna warni perkampungan yg semarak, lokasi wisata yg terbilang baru ini juga menawarkan pemandangan perkampungan apung yg indah sembari menyusuri sungai Manggar dan menikmatinya lebatnya hutan mangrove di tepi sungai perkampungan apung ini.

   Untuk dapat menikmati lokasi wisata ini, kamu cukup merogoh kocek 3000 rupiah saja, dan untuk menikmati berkeliling hutan mangrove menggunakan perahu kamu akan dikenakan biaya 25000 rupiah per orang dengan minimal jumlah penumpang 4 orang,

   Nah, sepanjang tembok di perkampungan apung nan warna warni ini, kamu juga akan disuguhi lukisan 3D yang (seperti) hidup loh, dan ini tentu merupakan kabar gembira bagi kamu pecinta foto karena merupakan spot yg hot untuk selfie, hehe..



   Eh, gak cuma di dinding, jalan setapaknya juga semarak dengan lukisan 3D loh °\(^▼^)/°


   Juga jalan-jalan lorong di dalam perumahan apung yg gak kalah warna warninya (~‾ ▽‾)~



    Well, happy explore Kaltim ya!



#explorebalikpapan

Sunday, 16 April 2017

Jaa & Doo: The ninth pieces (Final)



"Kita begini saja, pernah aku rindukan jumpa, tapi untuk suka, sudah lupa kutitip ia dimana".

Kalimat itu cukup membuat Doo menanggalkan semua impian yg pernah ia gantung pada lelaki itu, bukan menyerah, tapi lebih kepada menyadari bahwa beberapa hal memang tidak bisa dipaksakan.

Lalu Doo belajar cara-cara memeluk masa lalu, cara-cara melupakan waktu, cara-cara mengikhlaskan jarak, dan tak pernah ada yg salah dengan pengharapan, yg salah adalah ketika ia meletakkan harapan itu pada seseorang.
Harapan haruslah dipupuk di pundaknya sendiri, bukan pada orang lain.

Jaa tau betul bahwa waktu tidak pernah menyembuhkan segala, tapi bagaimana ia berproses lah yg akan mengubahnya.

Mungkin memaafkan masa lalu adalah hal yg perlu, karena beberapa rindu memang ditakdirkan tanpa temu.

Jaa & Doo: The eighth pieces


Kalimat yg panjang mengakar pada barisnya. Entah sudah berapa puluh paragraf yg tumpah.
Mulut mereka ruah, sesekali tersungging senyum yg tidak lagi getir.
Jaa dan Doo bercerita semua, bersambung-sambung ceritanya tanpa sudah.

Sesekali dibiarkannya matanya bertaut. Layar 6x11 inci itu pun tampak lebih lebar bagi mereka berdua.
Wajah Doo bersungut-sungut, disambut tawa Jaa yg tak pernah lagi datar.

"Lalu, kapan kau akan datang?", ini satu dari 100 pertanyaan tentang jumpa yg kerap dilontarkan Doo.

Jaa tersenyum, senyum yg seperti biasa - biasa mematikan Doo saat itu juga,
"Kita begini saja, pernah aku rindukan jumpa, tapi untuk suka, sudah lupa kititip ia dimana".

Doo tercekat, alisnya mengernyit dengan mata membelalak, mulutnya terkatup rapat,
"Maksudnya"?".

Sunday, 9 April 2017

Sulit Menolak Alay

Sebelum makan, "foto dulu". Visit ke tempat yg agak wah, "update location dulu". Ngalamin sesuatu yang menyentuh hati, "curhat di sosmed dulu". Lagi ngaji, "update status ceramah islami dulu". Galau karena jodoh, "update quotes tegar dulu".
Kamu jangan norak gitu deh, iya kamu 😹😹

Well, memang sulit menolak alay.

Tuesday, 28 March 2017

Menjadi Orang Baik




Salat lima waktu itu wajib, saat salat lima waktu sudah ditunaikan, seorang teman nyeletuk, "Eh, gimana kalo salatnya dilakukan tepat waktu? Biar Allah makin sayang".


Aku tertegun dan tanpa berpikir lama, i said, "Well yeah, I' ll try".



Ketika salat lima waktu sudah berhasil dilakukan tepat waktu, after many days, that friend came again n said, "Salat yang wajib udah dilakuin tepat waktu, gak pengen nambah ngaji barang satu lembar? Ngajinya tiap abis salat magrib aja, 'kan cuma bentar".

While keeping a straight face, i replied, "Sounds good!"

After couple weeks, i did reciting Quran every maghrab n then she came n stood on the door of my dorm, "U are great Shand! Wajibnya udah dijalani, yuk ditambah sunnah-nya? Salat dhuha misalnya?"

Ini teman benar-benar pinter cara ngajakinnya. So gentle, patient and made me couldn't say no. Well I'm not kind of a pious girl, but I think that's how good people were created!
Yaitu dengan mencoba melakukan hal-hal atau perubahan yang baik secara continue :)


P.S: Trust me, I'm not really a good person, well not yet, still on my way :D