Tuesday, 22 May 2018

Doa yang Zalim



Aku benci sekali dengannya. Hari itu hatiku begitu panas. kata orang, doa orang yg dizalimi cepat terkabul. Karena merasa dizalimi, lalu aku pun berdoa "Aku ingin dia mati saja". Terkadang sikap kakak tertuaku itu lebih sering menjengkelkan perkara egonya yang tinggi.

Malam sudah larut. Lampu rumah susah dimatikan. Kudengar tak ada lagi suara cekikikan adik-adikku di kamar sebelah. Sayup-sayup mataku pun tertutup. Sebentar lagi sahur, pikirku.

"Gubrak!", terdengar olehku suara berisik. Sahur kah? cepat sekali. Ah tak mungkin.
Kutarik lagi selimutku.

"Aaaaarrrghh!!", kali ini kudengar suara pekikan panjang dari kamar kakakku.

Aku segera beranjak dari kasur dan berlari ke pintu kamar. Aku mengintip sedikit dari lubang di dekat engsel pintu. Tampak olehku sesosok lelaki besar. Ia tengah menyeret-nyeret kakakku dengan menjambak rambutnya. Kasar sekali.

"Perampok!", pikirku.

Tampaknya ia sedikit kewalahan menghadapi kakakku yang terus meronta. 
Tanpa pikir panjang, dengan memanfaatkan suara-suara pekikan kakak yg berisik, lantas aku menarik kasur kedua di bawah kasur utama. Aku berharap suara gesekan antara kaki tempat tidur dan lantai tidak begitu terdengar dikarenakan teredam oleh suara teriakan kakakku. Lalu aku menggulingkan badanku di bawah tempat tidur dan menepi di ujung dinding lalu menarik kembali kasur bawah tersebut untuk menghimpit tubuhku.

Brak!!,
Suara pintu kamarku ditendang paksa. Tampak bayang lelaki itu besar dan mengenggam pisau. Sepertinya ia kewalahan mencari penghuni kamar ini. Ia membongkar semua isi lemari dan membungkuk sejenak ke bawah kasur. Untung tubuh kecilku bisa nyaman terhimpit di dinding oleh kasur kedua yang tadi telah kuseret paksa untuk menghimpit tubuhku.

Entah apa yang dicari perampok itu. Uang? Atau aku??
Tampaknya ia kesal karena tak menemukan apa yang dia mau. Lantas ia menyepakkan sesuatu yang menggelinding. Tampak seperti bulatan yang berambut. Menggelinding lalu terhantam ke dinding.
Kepala.
Matanya nanar, mengarah kepadaku. Itu mata pada kepala kakakku yang sudah dipenggal lelaki beringas itu.
Sayup aku dengar derap langkah lelaki itu menjauh.
Entah berapa jeritan susulan lagi yang kudengar dari kamar adik-adikku.
Kuakui jemariku bergetar hebat.
Ditambah mata kakak di kepala itu yang nanar menatapku.
Seakan ia ingin menyampaikan sesuatu.

"Doa terzalimi-mu terkabul", itu mungkin pikirku.

Thursday, 10 May 2018

Namanya Tita



Sore itu suaminya pulang lebih awal, tidak biasanya. Nia memandang lelaki yang telah menikahinya selama 5 tahun itu lamat-lamat dari balik dapur. Lelaki yang dipandangi pun tidak merasa, malah sibuk dengan bungkus di tangannya. Penasaran, perlahan Nia menghampiri suaminya.

“Kamu cape?”, Nia mengusap lembut bahu suaminya.

“Eh, kamu.. Haha.. Gak sih”,  Lelaki itu jadi salah tingkah, barangkali terkejut dengan usapan Nia yang mendadak.

“Lalu?”, Nia pun bingung. Ia memandangi bungkus yang sedari tadi dipandangi suaminya.

“Eh, ini, buat kamu”, Lantas lelaki menyodorkan bungkus yang sedari tadi membuatnya gelisah kepada Nia.

“Wah, indah sekali”, ucap Nia dengan sumringah. Gerbera Aster pink itu dengan segera mencerahkan hatinya. “Bunga yang indah”, pujinya bahagia.

“Iya, buat kamu”, lelaki itu mengulum senyum, diletakkannya jemari dengan perlahan sambil membelai perut istrinya, “Katanya kalo ibunya senang, maka bayi yang di dalam juga akan senang”, candanya. 

“Aku mandi dulu ya, gerah nih.”, Tutup lelaki itu dan berlalu.

Nia masih aja berdiri di ruang tamu. Lamat-lamat dipandanginya tulisan kecil di sudut bungkus bunga. Hatinya cukup mencelos. Ia pun tersenyum. Dikulum.

***

“Kamu gak makan? Kan kamu cape. Jalanan macet lho. Pasti kamu belum ada makan seharian. Ayo dimakan dulu”, Nia terus memburu suaminya dengan kalimat-kalimat yang tak sempat dijawab lelaki itu.

“Belum lapar”, jawab lelaki singkat. Ia tampak bingung. Handphone-nya terus berdering. Nomor yang sama selalu meneleponnya akhir-akhir ini. “Sebentar ya”, ucap lelaki pada istrinya.

“On call lagi?”, ucap Nia kesal.

“Gak lama kok, mungkin 1 jam aku balik ya?”, lelaki berlalu dan Nia diam terpaku. Belum sempat menjawab, “Baik, akan kutunggu”.

 ***

Lelaki itu melamun, dipandanginya wajah istrinya yang tertidur. Sedikit saja ia merasa bersalah telah membuat istrinya ketiduran menunggu.
Telepon pun berdering lagi. Ia mengangkat panggilan itu. Terdengar desahan wanita di ujung pesawat telepon yang melarutkannya dalam bahagia.
Malam pun sudah terlalu larut untuk membangunkan istrinya. Ah, untuk apa.

***

“Makannya kok tidak abis? Terlalu pedas ya?”, Lelaki bertanya.

“Iya nih, sampai nangis”, istrinya tersenyum.

“Iya deh, besok-besok kita tidak usah beli di warung itu lagi ya”,  lelaki tersenyum.

Istrinya terus menyuapi nasi tiada henti. Hambar. Pedas pun tak tau lagi bagaimana membedakannya. Mungkin sudah lupa. Sebab rasa sakit dihatinya lebih dari rasa pedas di mulutnya. Terus ia suapi nasi di piring dan memakannya dengan lahap. Air mata ia biarkan tumpah. “Mungkin ini rasa pedas”, pikirnya.

Ia terbayang pada satu nama yang sama. Yang belakangan kerap dihubungi suaminya. Wanita pecinta Gerbera Aster yang sempat dipujinya. Ah, beginilah nasib jadi istri kedua. Dan sekarang suaminya siap beristri tiga.Tita namanya.
Sialan.

Tuesday, 1 May 2018

Jaa & Doo: The tenth pieces (Bonus)



Lalu Jaa datang kembali pada kali kedua, oh bukan, kali ketiga tepatnya.
Tampak cincin putih yang melingkari jari manisnya yang legam. Begitu kontras.
Ia bertanya tanpa dosa, "Bisakah kita bersama lagi? Kali ini aku ingin kau jadi yang kedua. Boleh jadi yang kedua, tapi aku janji, kau tak pernah jadi yang kedua dalam hidupku, selalu pertama. Itu posisi yang tepat bagimu di hatiku. Selalu."

Doo terperangah, sebab Jaa menanyakannya tanpa dosa. Ini gila. Jaa telah menikahi wanita yang tak pernah diinginkannya. Dan oleh karena itu ia punya alasan halal untuk menyiksa wanita itu. Kasihan.

Doo tidak lantas menjawab, diam mungkin adalah cara yang tepat. Diam karena jawaban "aku tak mau" tak begitu menggebu untuk diungkap.

"Hhmm.. aku ingin menikah hanya sekali. Satu bulan lagi. Aku ingin menjalani hari setelah itu dengan bahagia, karena menikah memang hanya sekali."

"Ayolah, kita diperbolehkan menikah hingga 4 kali! Yang benar saja.", Jaa tertawa, tak renyah.

"Mungkin itu bagimu. Bagiku tidak.", Doo merasa sedikit muak.

"Kudoakan kehidupan yang tak bahagia bagimu. Lantas kau siap untuk kembali denganku kan? Dengar, apapun yang terjadi padamu, kau akan selalu punya aku. Jalanmu pulang."

Doo ingin menangis seperti dulu. Ketika angin pantai yang memainkan rambutnya bertiup semilir, senja yang sempurna di sore itu menanggalkan semua mimpi, rindu, dan cinta di hatinya. Lalu Jaa pergi tak melihat lagi.

Namun kali ini Doo yang berlalu. Dimatikannya segera sambungan telepon di seberang sana. Segera. Sebelum ia gila.



***



Bolehkah mega yg megah tumpah membasah?
Sedari senja yang tertidur, biasnya lupa pada arah.
Bolehkan ia marah?
Lalu kaki langit meluas seluas jarak kita, hidup di dunia yang bukan lagi kita, pun senja harusnya masi sama, namun kulihat ada beda.
Rindu itu sedikit saja bukan lagi dia.

Saturday, 28 April 2018

Tips-tips Muhasabah Diri




   For this posting, i would like to share some tips for u tentang gimana cara konsisten untuk "memaksa diri istiqamah" mencintai dan mengenal agamamu lebih dalam. Kenapa harus maksa?

Karena terkadang awal yang baik itu harus dipaksa :p

   Kadang iman kita naik turun ya, apalagi buat aku pribadi yang sering ngalaminya, uda tua umur segini juga masi jauh dari Tuhan (kadang-kadang). So here i share some tips dan trik buat kita juga sebagai bahan evaluasi buat aku ke depannya ketika nanti ngebaca posting-an ini lagi :) 

1. Usahakan salat lima waktunya di awal waktu


Dengan mengutip tulisan di artikel lain (https://rumaysho.com/7141-shalat-di-awal-waktu.html), yaitu:

Yang wajib bagi setiap muslim adalah mengerjakan shalat pada waktunya. Sedangkan mengerjakan shalat di awal waktu menunjukkan afdholiyah atau keutamaan.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
Sesungguhnya shalat memiliki waktu yang telah ditetapkan bagi orang beriman.” (QS. An Nisaa’: 103)



2. Tambahin salat sunnah nya

Seorang pernah menasehatiku dimana ia berkata bahwa, "Jika salat sudah "agak2" terpenuhi di awal waktu, yok kita tambah dengan salat sunnah, gak ada salahnya 'kan?"
So, perhaps u could start it with salat dhuha, atau salat rawatib, or salat tahajud mungkin :) Mashaallah...

3. Ngaji dikit yuk

Masih seorang sahabat yang sama, ia pernah nyeletuk bilang "Eh, salatnya udah di awal waktu, salat sunnah juga uda dijalani pelan-pelan, nambah ngaji dikit napa? Biar keren" :D
Well, this friend was really persuasive :D

Nah, bisa dikit-dikit dimulai dengan ngaji tiap abis salat magrib, cukup setengah halaman aja, ntar pelan2 lanjutin 1 halaman ya. Terus ntar pelan-pelan nambah lagi ngaji juga tiap abis isha, tergantung waktu kamu dimana nyamannya. Yang penting bacaannya usahain nambah. Minimal per hari atau per minggu ヾ(´ー`)ノ

Ada yang pernah bilang, kalo orang yang uda lama gak ngaji, lidahnya pasti kelu baca ayat-ayat Al-Quran, well it happened on me! Waktu masa jahiliyah aku datang, i left reciting Quran for couple of weeks, n whenever i want to start it again, i felt like lidah ini gak fasih ngajinya, macam terbata-bata. Apakah ini tanda Allah gak suka dengan aku yang jahat? ヽ(´Д`;)ノ

4. Puasa yuk

Mulai lah dengan puasa senin-kamis. Atau coba dulu senin aja/kamis aja. Boleh. Yang penting ada niat untuk berubah. Lama kelamaan itu bisa jadi kebiasaan loh. Sampe-sampe rasanya aneh kalo makan di hari senin/kamis. Haha.. (ʃ⌣ƪ)
Menguti dari artikel lain:

Usamah bin Zaid berkata,


قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ « أَىُّ يَوْمَيْنِ ». قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ « ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ »

“Aku berkata pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.”
(HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).



5. Perbanyak dengarin ceramah agama

Zaman now kita bisa akses ceramah-ceramah agama Islam dengan mudah, kalo kamu cukup bosan mendengarkan ceramah yang berjam-jam, mungkin cukup dengan nonton video ceramah agama di Instagram. Cukup 1 menit aja uda nambah ilmu (Insha Allah).

Atau buat kamu yang bosan dengan ceramah-ceramah yang "kaku", kamu bisa coba dengar ceramah Ustad Abdul Somad yang renyah abis. Atau kalo kamu mau yang "agak" berat dikit bisa nonton ceramah atau debatnya Ustad dr. Zakir Naik yang juga gak kalah seru lho!
ヽ( ・∀・)ノ


Tujuannya?
Tujuannya tidak lain adalah untuk mempertajam ilmu kamu, khususnya ilmu agama. Dan Insha Allah bisa buat kamu lebih bersyukur untuk Qanaah di agama Islam (˘⌣˘)

Atau tentukan motivasi kamu agar semangat mendengarkan ceramah, selain menambah ilmu, mungkin kamu bisa meyakinkan diri sebagai persiapan kelak kalo kamu menikah.  Misal nih kamu punya anak, dan anakmu bertanya tentang ini itu berkaitan hukum Islam, gak lucu kan kalo kamu search gugel dulu?
Well, u can motivate urself with many reasons of why u have to learn about Islam.


Oke, cukup sampai disini dulu beberapa tipsnya, mungkin kamu bisa nambahin lagi beberapa tips-tips lainnya.
For the last, tulisan ini bukan berarti I am as the writer is an expert or a pious one, tapi hanya sebagai bahan muhasabah ya :)
Let's practice it! Insha Allah it will be worth ヾ(´^ω^)ノ♪

Saturday, 31 March 2018

Menyusul Dito






Dipandanginya lagi layar di ponselnya lamat-lamat. Sudah hampir 9 hari Dito tidak berkabar. Keramaian pasar Kriya di malam itu tidak menggubris sepi yang ada di hati Naya.

***
Sebulan yang lalu..

“Nduk, jangan terlalu lelah bekerja”, pesan ibu dari telepon.

“Iya Bu, masih pukul 9 malam, jalanan masih ramai kok”, Naya kembali meletakkan beberapa lembar kertas fotocopian di mesin. Pelanggan masih ramai. Jalanan di daerah Magersari belum sepi sampai dini hari. Bekerja hingga larut sudah biasa dilakoni Naya.

“Yasudah, makan jangan telat, Nduk. Kamu masih gadis, tidak baik juga pulang malam kan.”

Pikiran Naya menerawang entah kemana, wajahnya kusut, tidak bernyawa.

“Nduk?”, panggil Ibu. “Kamu masi disitu?”, Ibu bertanya lagi.

“Iya bu, ini Naya mau bersiap tutup toko”, tandas Naya.

“Baiklah, hati-hati Nduk”, tutup Ibu.

Suara telepon di seberang sana pun dimatikan.

***

“Naya kemana?”, Ria menanyakan keberadaan temannya dengan Sari, yang juga satu kos dengan Naya.

“Eh, udah lama kamu ga muncul Ria. Nyari Naya ya? Dia kemarin kan pulang ke rumahnya”, Sari menjawab seadanya.

“Pulang? Kok gak bilang sih? Payah tuh anak”, celetuk Ria.

Sari diam sejenak, lalu melanjutkan, “Kamu ada merasa yang aneh gak sih sama dia?”

“Maksudmu?”, Ria merasakan hal yang sama namun masih penasaran dengan maksud Sari.

“Iya sih, dia sering melamun, kelihatan sedih, padahal minggu lalu dia baru diberikan cincin emas oleh Dito loh, harusnya dia senang kan ya?”, cerita Sari.

“Cincin emas? Dari Dito?”, Ria bertanya heran. “Mereka mau nikah?”, tanyanya.

“Loh, kamu gak tau? Kayaknya dia heboh deh bahas itu sejak 2 minggu lalu. Ternyata tebakannya benar, bahwa dia mau dilamar”, tampak senyum sumringah di wajah Sari.

Ria bergeming sejenak. “Kamu tau kan kalo Dito kecelakaan 3 minggu yang lalu? Justru karena itu aku kesini mencari Naya, aku gak sempat mengucapkan bela sungkawa langsung sama Naya, karena sibuk dengan pekerjaan baruku. Aku udah gak di warung Magersari lagi Sar, bulan lalu aku udah pindah ke Pemalang.”

“Hahaha… Kamu bercandanya keterlaluan Ria!”, Sari mencibir candaan Ria yang menurutnya garing. “Baru minggu lalu Dito ngasih cincin ke Naya, dan 4 hari lalu kalo gak salah dia bilang mau pulang ke Ambarawa, katanya sih ke rumah calon mertua, diundang sama keluarga Dito kesana, mau bahas pesta kali”.

Ria heran dengan penuturan Sari yang tak masuk akal. “Aku gak bercanda, Sar. Dito uda meninggal”.

“Lalu Naya? Kemana dong? Ngapain ke Ambarawa?”, Ria mencelos.


***


Sesekali dipandanginya interaksi penjual dan pembeli di pasar itu.

“Hmm.. Selalu ramai”, Batin Naya.

Dipandanginya lagi cincin emas yang melingkar di jari manis tangan kanannya. Uang gajinya habis membeli cincin itu. Ibu pasti senang karena anak perempuan tertuanya akan menikah. Tidak akan ada lagi pertanyaan-pertanyaan sinis yang dilontarkan kepadanya. Pertanyaan yang memuakkan baginya. Naya anak pertama dari lima bersaudara. Ketiga adik perempuannya sudah menikah. Naya tak juga kunjung menikah. Penantian panjangnya pada Dito berakhir mengenaskan sejak kabar pernikahan Dito yang diterimanya 2 bulan lalu.

Namun Naya tak perlu bersedih lagi, sebab kecelakaan sebulan lalu sepulang Dito dan istrinya dari lokasi wisata Semirang telah merenggut nyawa keduanya. Naya hanya perlu menyusul, begitu pikirnya. Motornya pun terus dipacunya melesat melewati jalur Ungaran menuju Bergas lalu Ambarawa dan seterusnya. Matanya kosong, menari-nari ke kisah beberapa bulan silam. Saat Dito menjadi satu-satunya alasan bahagia bagi Naya. Sekarang sudah tidak ada lagi.

“Aku hanya perlu menyusulnya”, batinnya.



Friday, 30 March 2018

Tihatihati


Hati-hati menyakiti hati orang, ada sedih dari ucapnya yang bisa-bisa menjadi doa, bukankah orang yg dizalimi maka ucapannya cepat dijabah?

Hadis dari Anas r.a , Rasulullah saw bersabda:
 اتق دعوة المظلوم وإن كان كافرا فإنه ليس دونها حجاب 

“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah.”
(Hadis riwayat Ahmad – sanad hasan)


 Hadis dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:
 دعوة المظلوم مستجابة وإن كان فاجرا ففجوره على نفسه 
“Doa orang yang dizalimi adalah diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tidak memberi kesan pada doa tadi.”
(Hadis hasan riwayat at-Tayalasi)


 Hadis dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah saw bersabda:
 اتق دعوة المظلوم فإنها تصعد إلى السماء كأنها شرارة 
“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara.”
(Hadis riwayat Hakim – sanad sahih)

Terkadang perihal mengikuti rasa amarah dan benci dari hati, kita tega menyakiti saudara kita sendiri (Bukankah sesama muslim bersaudara?). Bagi yang menyakiti semoga kita mampu merendahkan hati untuk langsung meminta maaf karena hidup di dunia hanya berdasarkan hablum minannas dan hablum minallah. Dan bagi yang tersakiti semoga dapat terjauh dan menahan diri dari ucapan/perkataan/doa yg buruk bagi saudaranya. Doakan lah hal yg baik, kejarlah hal yg baik pula.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:
 ثَلاَثَةٌ لاَ تُرُدُّ دَعْوَتُهُمْ : اَلصَّائِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ، وَاْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ يَرْفَعُهَا اللهُ فَوْقَ الْغَمَامِ، وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ، وَيَقُوْلُ لَهَا الرَّبُّ : وَعِزَّتِيْ وَجَلاَلِيْ َلأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ
“Ada tiga orang yang doanya tidak akan tertolak : “Orang yang berpuasa hingga dia berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang terzalimi, Allah akan angkat doa-doa tersebut di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, kemudian Allah berfirman : “Demi keperkasaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku pasti akan tolong kamu walau pun setelah melalui suatu masa“.
(Hadis Riwayat Ahmad)

“Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.”


(HR Bukhari)

Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita :)

Friends :)


Dalam hidup kita menemukan banyak teman.

Saat SD, teman-temannya gokil, main lompat tali, kelereng, hide n seek, and many more (buat yang lahir tahun 90-an pasti tau ini :p)
Mungkin kita berpikir bahwa SD adalah the best.. hmm.. wait till you sit in junior high school.

Di SMP entah gimana mainan-mainan "silly" jaman dulu hilang. Teman-teman SMP sukanya nongkrong. Anak-anak perempuan sukanya gosip, termasuk ngegosipin senior atau teman cowok di kelas yg cakep.
Gak banyak yg ingat masa-masa ini, mungkin karena masa SMA lebih "wah".

Lalu kita menemukan teman-teman SMA, dan teman-teman SD pun seketika terlupakan..
Di SMA kehidupan mulai "agak" serius, karena fase ini katanya saat-saat remaja mulai menemukan jati diri (atau malah mencari?).

Kemudian ujian hidup mulai terasa lebih berat di bangku kuliah. Bagi yg pernah merasakan kost/hidup mandiri di luar kota atau malah luar negeri yg intinya separate dengan ortu tentu mengerti serunya masa-masa struggle ini
(⌣_ ⌣!!)

Setelah kuliah, kehidupan yg sebenarnya dimulai! Welcome to Dunia Kerja.
Dunia kerja adalah dunia dimana kamu akan hidup secara monoton. Kehidupan di dunia kerja akan membuat kamu rindu dengan masa-masa sekolah. Teman-teman di SD, SMP dan SMA akan terkenang di masa ini. Saat-saat ketika beban terberat hidup adalah mengerjakan PR tiba-tiba menjadi hal yg lucu. Lucu untuk dikenang dan mustahil untuk diulang ( ° △ °|||)?

Teman-teman datang silih berganti. Ada yg menetap dan ada yg pergi. Tapi tiap-tiap mereka pasti meninggalkan suatu pesan atau pembelajaran bagi kita. Atau malah kita lah yg memberi pembelajaran berarti bagi mereka (•‾ε‾•)

\(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/

Teman-teman, musuh, saudara, atau bahkan mantan, eh? Hahhaha  ~(‘▽’~) (~’▽’)~
But i hope kita akan berhenti di teman hidup (ups) 
~( ° ε °)/

All the poeple must be leave the footprints behind. Sometime they hv changed, but no matter wht they ll be, u should only focus on u (˘ з ˘)