Saturday, 4 November 2017

Liburan Singkat di Sumut

   Menikmati liburan di seputaran Sumut dalam waktu satu hari aja, bisa?
Bisaaa… asal niat! (~‾ ▽‾)~

   Buat kamu-kamu yang punya rencana liburan tapi waktu nyaris gak ada (kecuali minggu) secara sabtu pun harus ngantor/kuliah T_T  usah sedih gak bisa sempatin liburan ya, karena nge-refresh otak itu hukumnya fardhu ‘ain °\(^▼^)/°

  Nah, untuk yang ingin nge-explore wilayah Sumut, selain ada wisata alam di Taman Nasional Gunung Leuser di daerah Langkat (tentang posting-an yang uda pernah aku bahas sebelumnya), kamu juga bisa memilih rute arah timur ke Danau Toba lho.

   Dengan mengambil rute pulang dari Brastagi, kamu bisa dapat menikmati banyak lokasi wisata sekaligus, yeay!

   Usahakan kamu berangkat dari hari sabtu siang atau sore ya, jadi di hari minggu bisa full nge-explore keindahan wisata di beberapa lokasi seperti Kebun Teh Sidamanik, menyempatkan mandi di pemandian air Bah Manik yang jernih, menikmati keindahan taman bunga di Sapo Juma, berfoto di lokasi Bukit Simarjarunjung yang on the spot banget, melihat indahnya hamparan bukit dan danau toba di Tongging, serta bermain di air terjun Sipiso-piso, lalu malamnya kamu bisa pulang melewati dinginnya kota Brastagi dan singgah di pemandian air hangat Sidebuk-debuk (kalo gak kemaleman). 

   Nah, banyak lokasi yang dapat dinikmati hanya dalam satu hari kan?
Kocek yang dirogoh juga gak pake mahal lho, yaitu range 5000 – 10.000 rupiah saja untuk biaya parkir/fee entrance.
So, which places that u can visit in one day only? Let's check it out (•”̮ •)з


1. Perkebunan Teh Bah Butong Sidamanik
          Perkebunan teh milik PT. Perkebunan Nusantara IV ini dibuka untuk umum, the scenery was so good, so greenery and also u can enjoy the breeze (♥θ♥)
       Untuk menikmati semilir angin di perkebunan ini, u'll charge for FREE, yeay!  \(^▼^)/ 




2. Pemandian Bah Manik
          Pemandian Bah Manik terkenal dengan airnya yang biru, even if it small n looks like a pond but the water was cold enough! Disana boleh bermain rakit-rakitan juga loh, hehe..

      Untuk masuk ke pemandian ini kamu cukup merogoh kocek sekitar 5000-an untuk biaya parkir dan biaya masuk 15.000/ orang.




3. Taman Bunga Sapo Juma
          Nah taman bunga ini termasuk lokasi wisata yang belum banyak terjamah orang, meskipun lokasi ini selalu ramai dikunjungi di akhir pekan. Untuk biaya masuknya cukup murah yaitu sekitar 5.000-an untuk biaya parkir.


        Saat itu karena yang berkunjung lumayan ramai dan kami kewalahan mencari tempat untuk parkir, maka kami hanya berfoto dari luar saja, but so far so good lah (•‾ε‾•)

 4. Bukit Simarjarunjung 
       Nah ini merupakan the main spot that i really want to visit! Daerah simarjarunjung yang terkenal dengan view Danau Toba nya yang keren ini menjadi hotspot berfoto bagi remaja-remaja jaman now loh ~(‘▽’~) (~’▽’)~    Well including me lah ya, hihi..


     Nah di lokasi ini ada berbagai spot untuk berfoto, ada sepeda gantung dimana kamu bisa menikmati keindahan Danau Toba dari ketinggian sembari mendayung sepeda, juga ada spot berfoto di rumah pohon, ataupun spot berfoto di bingkai kayu lope lope bagi couple yang jaman now banget ˆ⌣ˆ  
Nah semua spot tersebut berlatar belakang keindahan Danau Toba yang indah!

     Untuk berfoto di masing-masing spot tersebut dikenakan biaya 20.000 - 50.000 per spot nya.
Kami sih hanya memilih berfoto di satu spot saja, yaitu atas meja/kursi gantung, hemat cin  (~’▽’)~ Hehe



5. View Danau Toba dari Tongging
    Pemandangan Danau Toba mungkin sudah biasa dinikmati dari berbagai lokasi, baik dari Prapat maupun Simalungun, nah kali ini aku ngerekom banget view yang diambil dari daerah Tongging, view nya wow binggit :D



 6. Air Terjun Sipiso-piso
          Sebelum pulang ke Medan dengan memilih rute memutar dari Brastagi, ada baiknya kamu singgah dulu ke Air Terjun Sipiso-piso yang terkenal dengan turunan 1000 tangganya. Namun berhubung kaki kami sudah cukup lelah untuk diajak berjalan, maka cukuplah kami memandangi keindahan air terjun tersebut dari pinggir jalan saja..
      (∏ ω ∏)




   Nah untuk rute selanjutnya kamu akan memutar ke Brastagi dengan menikmati indahnya pemandangan hijau selama perjalanan pulang. Dan jika sempat, kamu bisa mampir ke Pemandian Air Panas Sidebu-debuk yang tak jauh dari Brastagi.

 Sebenarnya untuk di Brastagi sendiri terdapat beberapa lokasi wisata seperti Bukit Gundaling, Bukit Kubu, perkebunan jeruk, perkebunan stroberi, having fun di beberapa wahana permainan seperti Funland, dan beberapa tempat lainnya yang gak kalah seru.


 Kalau kamu punya waktu, mungkin bisa mengunjungi semua lokasi tersebut, well happy having short holiday ya! (˘ з ˘)

Sunday, 8 October 2017



Hingar pergi mengejar ria yang tenggelam di ufuk laut.

Seketika kulihat langit menggantung pada mega yang mendung.

Ceria yg lusuh pun bersembunyi di telapak kaki, sebaik ia berlari seberat itu pula sedih merayap hati-hati.

Kemana aku harus membuangmu, bahwa tiap kau memenuhi ruangku tiap itu pula aku harus membunuhmu.

Ternyata begini sesak menanggung ruah yang berbala, berkali kucoba berkali pula malam terbit dari kepala.

Yaad kar rahi hun Saif~

Saturday, 23 September 2017

“Kak, Boleh Minta Uang?”




Pernah gak ngalamin minta uang sama orang yang gak dikenal karena situasi mendesak?

Well I had…. ehm, once (˘_˘”)

Pengalaman terbodoh dan teraneh. Saat itu aku dalam perjalanan di angkutan umum mau ke kampus, ternyata ongkos yang biasa aku kantongi dengan uang pas, kurang!


Walhasil aku meminta uang Rp 1.000 dengan penumpang lain yang sama sekali gak aku kenal Σ( ° △ °|||)?

“Kak, saya mau bayar angkot, tapi duitnya kurang, kurang seribu kak, Lillah gak bohong, cuma segini yang terbawa saya di dompet kak.” (sambil nunjukin uang kertas lecek yang ada di tangan).

Dalam hati sih niat awalnya mau minjam alias ngutang aja, terus mau minta nomor Hp kakak itu biar ntar janji dibalikin, tapi aku urungkan niat tersebut karena sepertinya ngutang uang 1.000 rupiah itu terkesan lebay dan klise.

Jadi, minta aja lah ‎(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)


Alhamdulillah si kakak malah tersenyum dan mengeluarkan lembaran uang seribu dari dompetnya \(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/


Yeay! Aku senang bukan kepalang, mungkin begini perasaan peminta-minta yang benar-benar membutuhkan ketika diberikan sedekah (∏ ω ∏)

P.S: Rajin-rajinlah bersedekah/mempermudah urusan orang lain, maka ketika kau dalam kesulitan maka kemungkinan masalahmu akan dipermudah juga (♥θ♥)

Thursday, 15 June 2017

An Apple from You



I had had a close friend, and this writing is something that I made for him.
We've been friend for years before he gone, we used to encourage one another, because in some moments we are same; we lived separate from our family, we didn't like to make friends that much, we were so hommy, n we loved to share things about science.
Once i used to teach him how to manage money, and on another hand he used to teach me how to forgot some silly problems that have came to me.

We were for one another until I choose to change my life n suddenly the time that I had for him was changed too.
But still at the end of time, he gave me some good advices.
I was (keep) complaining about my work, college and having no time for study.
And then he told me a story about "An apple".

"There a was a man who sells apples, he has many apples. One day there was a boy who stole his apple, each apple for each day. The man is not worried, because he still has a lot. Until one day at the end of the month, he realized that he had lost 30 apples. That's 5 apples cost 10 dollars and he has lost 60 dollars for each month."


In our life, we can say that apples are the day we spend, and the boy is the time that we waste. We will know that the day we spend will not come back, and sometimes we have the same thoughts as the man, "It's okay, I still have a lot of apples", yes we think we still have plenty of time to spend. That's why we become lazy to achieve our dreams _ also because our goals are not that big.

These stories keep spinning in my mind, this is very true.
And with this I promise myself not only to be a good person everyday, but also trying the best that I can be.

A friend came with a humble heart and gave lots of good advice n gone away by leaving the best advice too.


Tum mera dost, Ali :)

Sunday, 28 May 2017

Wisata Taman Nasional Gunung Leuser


   Gunung Leuser yang disebut sebagai warisan dunia oleh UNESCO terhitung Juli tahun 2004, merupakan hutan hujan tropis sumatera yang 70% luas hutannya berada di provinsi Aceh. Dan harta warisan dunia non benda ini merupakan salah satu wilayah konservasi yang paling penting di muka bumi loh!

   Bagaimana tidak, hutan ini ternyata merupakan satu-satunya di dunia dimana hewan seperti Badak, Harimau Sumatera, Gajah dan Orangutan hidup dalam satu kawasan.


   Bicara tentang Orangutan, salah satu temanku yang berkebangsaan German bulan lalu berkunjung ke Medan dan misinya adalah untuk meng-explore hutan Leuser yang sebagian wilayahnya ini terletak di Langkat, Sumatera Utara. Dia begitu terobsesi untuk melihat langsung Orangutan Sumatera.

   Well it was awesome to make a plan of ur holiday untuk menjelajah alam dan bersentuhan langsung dengan satwa di dalamnya (but not for having plan meeting a tiger ya 😅😂)

Lokasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) ini bersebelahan dengan lokasi wisata Sungai Bahorok Langkat yg merupakan lokasi wisata terkenal di daerah Langkat, Nah Untuk berkunjung ke TNGL ini sendiri, kamu cukup merogoh kocek sekitar 5000 rupiah, what?? Murah Sekali,,,! Well, ini hanya uang masuk ke kawasan TNGL dan bermandi di air sungai Bahorok saja loh.. 😂😂😂


    Nah itu merupakan penampakan jembatan gantung di atas Sungai Bahorok (ˇ▽ˇ) hehe..

   Untuk dapat meng-explore hutan hujan tropisnya, kamu harus menyewa guide dan pastikan mereka pro ya. Untuk hiking sekitar 3-4 jam akan dikenakan biaya 170.000 rupiah (including fee entrance, food, dan makanan yg akan diberikan ke Orangutan). Kamu bisa search di Google untuk ini, waktu itu kami menggunakan jasa guide dari On The Rock. Sebelum pelesir ke hutan, kami diberi fasilitas bersantai-santai dulu di kawasan On The Rock yang hutan banget, dan untuk menuju ke On The Rock sendiri, kami harus mendaki jalanan setapak yang ditumbuhi pohon karet, indah sekali.



 
   Well, lumayan lelah juga mendaki ke kawasan On Ther Rock, jadi sebelum hiking,kami disuguhi minuman dingin sembari menikmati kawasan On The Rock yang asri, kami pun duduk santai di puncak  pondok On The Rock sembari memanjakan mata menikmati keindahan pepohonan dan sungai dari puncak bukit.



   Dalam bayanganku awalnya kita akan masuk ke daerah konservasi Orangutan dan melihat sarang mereka serta bermain-main dengannya, ternyata tidak (¯―¯٥)

   Untuk menemui Orangutan, kita harus mencarinya di dalam hutan dan melakukan hiking. Dan hari itu keberuntungan tidak berpihak pada kami, karena selama hiking kami hanya bertemu dua Orangutan, biasanya sih ketemu lima sampai enam ekor atau lebih.






   Cuaca juga kurang mendukung, karena siang itu hari tampak mendung. Menurut penuturan guide, Orangutan sangat takut dengan air, dan bila hujan turun, mereka akan berlari menggunakan pelepah daun lebar untuk menutupi wajahnya dan bersembunyi di sarangnya yang nyaman. Sarang mereka pun terletak di puncak-puncak pohon besar, hal itu dilakukan untuk menghindari ancaman dari Harimau Sumatera yang kerap berwara-wiri memangsa mereka.

   Well meskipun walaupun harus puas bermain dengan dua Orangutan saja, setidaknya liburan kami cukup menyenangkan dengan bisa berkesempatan meng-explore TNGL dan melihat langsung habitat Orangutan Sumatera yang merupakan
 termasuk salah satu hewan yang akan punah menurut Persatuan Konservasi Alam Internasional (IUCN).

  Jadi, buat kamu yang berdomisil di daerah Sumatera Utara, Medan khususnya, eksplorasi hutan Leuser ini juga bisa menjadi salah satu destinasi liburan yang menyenangkan selain Danau Toba atau Brastagi ya ヾ(´^ω^)ノ♪




Thursday, 25 May 2017

Perkampungan Apung Warna Warni ala Balikpapan


   Selain Malang, Jogja dan Semarang, kota Balikpapan sebagai salah satu kota berkembang yang terkaya di Indonesa ini juga memiliki kampung warna warni di daerah perumahan apung yg terletak di Teluk Seribu.

   Selain disuguhi dengan warna warni perkampungan yg semarak, lokasi wisata yg terbilang baru ini juga menawarkan pemandangan perkampungan apung yg indah sembari menyusuri sungai Manggar dan menikmatinya lebatnya hutan mangrove di tepi sungai perkampungan apung ini.

   Untuk dapat menikmati lokasi wisata ini, kamu cukup merogoh kocek 3000 rupiah saja, dan untuk menikmati berkeliling hutan mangrove menggunakan perahu kamu akan dikenakan biaya 25000 rupiah per orang dengan minimal jumlah penumpang 4 orang,

   Nah, sepanjang tembok di perkampungan apung nan warna warni ini, kamu juga akan disuguhi lukisan 3D yang (seperti) hidup loh, dan ini tentu merupakan kabar gembira bagi kamu pecinta foto karena merupakan spot yg hot untuk selfie, hehe..



   Eh, gak cuma di dinding, jalan setapaknya juga semarak dengan lukisan 3D loh °\(^▼^)/°


   Juga jalan-jalan lorong di dalam perumahan apung yg gak kalah warna warninya (~‾ ▽‾)~



    Well, happy explore Kaltim ya!



#explorebalikpapan

Sunday, 16 April 2017

Jaa & Doo: The ninth pieces (Final)



"Kita begini saja, pernah aku rindukan jumpa, tapi untuk suka, sudah lupa kutitip ia dimana".

Kalimat itu cukup membuat Doo menanggalkan semua impian yg pernah ia gantung pada lelaki itu, bukan menyerah, tapi lebih kepada menyadari bahwa beberapa hal memang tidak bisa dipaksakan.

Lalu Doo belajar cara-cara memeluk masa lalu, cara-cara melupakan waktu, cara-cara mengikhlaskan jarak, dan tak pernah ada yg salah dengan pengharapan, yg salah adalah ketika ia meletakkan harapan itu pada seseorang.
Harapan haruslah dipupuk di pundaknya sendiri, bukan pada orang lain.

Jaa tau betul bahwa waktu tidak pernah menyembuhkan segala, tapi bagaimana ia berproses lah yg akan mengubahnya.

Mungkin memaafkan masa lalu adalah hal yg perlu, karena beberapa rindu memang ditakdirkan tanpa temu.