Friday, 12 March 2021

Merindukan anak

 



    Terkhusus bagi ibu yang bekerja, kebayang gimana rasanya merindukan anak? Dihantui oleh perasaan bersalah meninggalkan anak 8 jam hampir di setiap harinya dan hanya bisa bermain dengannya di 3-4 jam/hari sepulang kerja lalu ditinggal tidur oleh anak? Dan lagi berkali-kali mengucapkan kalimat “kerja juga cari pendapatan lebih untuk anak kok” demi menenangkan diri dari perasaan sedih atau merasa bersalah?
Yap, kamu gak sendiri. Saya pun merasakan hal yang sama, hampir setiap harinya…

    Jam anak tidur di siang hari biasanya merupakan “waktu-waktu bersalah” dimana ibu yang di kantor mulai terbayang anak atau mungkin rasa gelisah muncul di dua jam menjelang pulang kerja. Penuhnya foto/video anak di galeri hp ibu adalah satu alasan pengobat rindu yang selalu dipandang, yang entah mengapa semakin dipandang semakin besar rasa bersalah itu. Apakah ada yang merasa hal yang sama? :')

  Lalu apakah ibu rumah tangga pernah merasakannya? Padahal jika dipikir IRT juga terkadang menghabiskan waktu bekerja dengan meninggalkan anak. Seperti ketika melakukan pekerjaan rumah seperti menyuci, menyetrika, membersihkan rumah, bukankah hal tersebut juga dilakukan dalam keadaan kita "meninggalkan" atau tidak membersamai anak?

    Namun rasa bersalah tersebut mungkin tidak akan begitu besar karena IRT merasa masih berada di rumah bersama anak meski ia tidak meluangkan waktu untuk anak saat melakukan pekerjaan tersebut.
Apakah keduanya salah? Tentu tidak. Karena ibu juga punya hak kok untuk tidak mengemong anak di 24 jam waktunya. So, setiap orang punya cara pandangnya masing2 dan cara "menenangkan diri" agar semua yang di pikiran baik-baik saja. Women support women yes.


No comments:

Post a Comment