Terkhusus bagi ibu yang bekerja, kebayang gimana rasanya
merindukan anak? Dihantui oleh perasaan bersalah meninggalkan anak 8 jam hampir
di setiap harinya dan hanya bisa bermain dengannya di 3-4 jam/hari sepulang
kerja lalu ditinggal tidur oleh anak? Dan lagi berkali-kali mengucapkan kalimat
“kerja juga cari pendapatan lebih untuk anak kok” demi menenangkan diri dari
perasaan sedih atau merasa bersalah?
Yap, kamu gak sendiri. Saya pun merasakan hal yang sama, hampir setiap harinya…
Jam anak tidur di siang hari biasanya merupakan “waktu-waktu bersalah” dimana
ibu yang di kantor mulai terbayang anak atau mungkin rasa gelisah muncul di dua jam menjelang pulang kerja. Penuhnya
foto/video anak di galeri hp ibu adalah satu alasan pengobat rindu yang selalu
dipandang, yang entah mengapa semakin dipandang semakin besar rasa bersalah
itu. Apakah ada yang merasa hal yang sama? :')
Lalu apakah ibu rumah tangga pernah merasakannya? Padahal jika dipikir IRT juga
terkadang menghabiskan waktu bekerja dengan meninggalkan anak. Seperti ketika melakukan pekerjaan
rumah seperti menyuci, menyetrika, membersihkan rumah, bukankah hal tersebut juga dilakukan dalam keadaan kita "meninggalkan" atau tidak membersamai anak?
Namun rasa bersalah tersebut mungkin tidak akan begitu besar karena IRT merasa
masih berada di rumah bersama anak meski ia tidak meluangkan waktu untuk anak
saat melakukan pekerjaan tersebut.
Apakah keduanya salah? Tentu tidak. Karena ibu juga punya hak kok untuk tidak
mengemong anak di 24 jam waktunya. So, setiap orang punya cara pandangnya masing2 dan cara "menenangkan diri" agar semua yang di pikiran baik-baik saja. Women support women yes.

No comments:
Post a Comment