Sunday, 20 November 2016





Biru dengan terangnya,
kuning dengan silaunya,
merah dengan nyalanya,
terus kureka semua warna yg muncul dalam pelangi kepala.
Cerahnya disana, namun hidupnya disini, di tempat yg kusebut hati.
Dan hari ini, aku pun berhenti mencari.
(The precious 18th of November, 2016) 
(˘⌣˘)ε˘`)

Monday, 14 November 2016

Kembali ke Masa Lalu





   Terkadang saat mencium parfum seseorang kita seperti kenal dgn harumnya dan tiba-tiba teringat akan seseorang but has forgotten who is the person (‾(••)‾)
Atau saat kita mendengar musik tertentu malah membuat kita teringat akan suatu kejadian di masa lalu. Means like somehow the music remind u about something and suddenly it made u flashback, turn back in to the time that u were there yg sepertinya kita ingat atau pernah ngalamin tapi gak tau dimana (¯―¯٥)

   Sepertinya kita butuh tuan pengumpul memori di otak agar kita tidak lupa terutama dgn hal-hal penting di masa lalu. Terlebih utk tipe orang sanguin seperti aku dimana lupa sudah menjadi keseharian, kesal sekali rasanya memaksa diri mengingat suatu hal yg aku lupa tapi harus diingat (˘_˘”)

   Lalu bagaimana bila kenangan itu ter-flashback oleh sesuatu yg lebih konkret, bukan hanya musik, atau aroma parfum?
Seorang teman memberikanku game yg pernah aku mainkan hampir 16 tahun yg lalu! Dan parahnya aku lupa kalau aku pernah ada di masa itu, sampai game itu kembali kumainkan dan jutaan pixel di layar laptop membuat aku kembali ke masa lalu. Musik yg terputar di game itu dan game yg kumainkan itu membuatku seakan mengutip kembali potongan-potongan hal yg aku ingat di masa lalu.

   Bermain game dgn abang dan kakakku, suasana rumah saat itu, perasaan deg-degan pulang sekolah hanya karena gak sabaran pengen idupin tombol di belakang TV dan memasukkan kaset SEGA atau kesal dgn controller yg kadang nge-hank, all these scattered memories being like finally collide (⌣́_⌣̀) 
Sometime we forgot things that easy, and when we remember them all, may we can dig out the memories but the feeling of it has changed.

   Mungkin sekarang aku bisa mainkan game itu seperti dulu, tapi bukan dgn controller SEGA, suasananya gak di rumah itu lagi, layarnya gak sebesar TV, mainnya adem di kamar dan gak dengar suara berisik mama di dapur serta gak perlu ngantri dgn abang ataupun kakakku. Tapi justru itu yg dirindukan (T^T)

"Turning back the time is something impossible to do, so we should create the priceless one right now, because the good one wouldn't be forgotten."
ヾ(´ー`)ノ


Well thnks for my tomodachi-Ahmad Utama Putra BAtubara for the pieces of memory that u brought me in  (˘⌣˘)ε˘`)

Monday, 7 November 2016

Yuk Kenalan dengan CTS! ╭(^▽^)╯





  Setahun setelah bekerja di salah satu RS besar di Pekanbaru, aku didiagnosa mengalami penjepitan saraf pergelangan tangan atau lebih kerennya disebut CTS (Carpal Tunnel Syndrom). Carpal sendiri merupakan bahasa latin yang berarti tulang pergelangan tangan, Tunnel berarti terowongan (seperti terowongan untuk dilewati oleh serabut saraf dalam kasus ini), serta syndrom berarti gejala, gejala yg bagaimana? CTS memiliki gejala yg khas, yaitu sensasi rasa kesemutan pada ujung-ujung jari, yang lama kelamaan akan berakhir dengan mati rasa, what?? Ya mati rasa untuk sensasi pada tangan seperti sentuhan, nyeri, dingin, dan panas. Ondeh, disentuh aja belum malah udah mati rasa ya? Haha.. (˘_˘”)

   Awal kenal dengan si CTS, aku merasa itu adalah sesuatu yg mengerikan, bagaimana tidak? Secara kalo yg rusak itu sel (misal seperti luka), maka seperti yg kita ketahui, sel mampu memperbaiki diri sendiri dengan bantuan protein dan senyawa kimia lainnya. Sedangkan saraf? Ehm.. saraf bisa dibilang agak manja. Kalo uda rusak, susah utk dibujuk :’(
Inilah kira-kira penampakan lokasi si CTS dalam pergelangan tangan kamu:



   Nah ternyata CTS memang diam-diam makan dalam, gejala awal yg dirasakan adalah sensasi rasa kesemutan, lama-kelamaan menjadi nyut-nyutan, dan kemudian bisa jadi dia akan mengajak tendon (otot disekitarnya) utk berkonspirasi dgn mengalami pembengkakan kalo kumat, and that's wht i felt, huft…
Penyebaran rasa kesemutannya kira-kira di area ini:




   Well, after I got an answer about this case from the doctor, he said that it needs kinda medical surgery. What?? (゜◇゜)(O_o)*!!
"Gak ada alternatif lain dok?", "Ada", huft... ƪ(―˛―“)ʃ

   Yaitu fisioterapi, konsumsi analgesik (obat nyeri), dan penggunaan alat bantu wrist splint. Dan itu dilakukan continue, atau bisa dibilang forever. Wht? Apes sekali rasanya (T^T) 

   Tapi gak ada suatu apapun yg terjadi kalo bukan karena kehendak-Nya kan? Yap, lagi-lagi berdamai dgn hati… bahwa yg baik belum tentu baik utk kita dan yg buruk kadang-kadang memang buruk, haha.. So, kalo ikhlas inshaallah sakitnya bisa dinikmati (yg ini sok gaya)  (T▽T)

   Momen awal berkenalan dgn CTS adalah saat aku merawat pasien dgn kesadaran somnolen selama hampir 3 bulan dgn keadaan yg mengharuskannya beraktivitas di tempat tidur, aku membantu beliau mulai dari memandikannya, memberi makan, memiringkan beliau ke kiri dan kanan per 3 jam, mengganti spreinya, mengganti popok dan lain-lain yg semuanya aku lakukan dgn posisi beliau di tempat tidur dgn kesadaran beliau yg bisa dikatakan hampir koma. Kadang aku lakukan sendiri dan kadang dibantu teman. Berat beliau bisa dikatakan lumayan yg ternyata memberi beban berlebih pd tanganku saat menggerakkan badan beliau. Nah itu terjadi secara terus menerus, sampai nth kenapa timbul rasa sayangku dgn beliau dan menghasilkan CTS sbg benih cinta kami, hah? Haha...  (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ ) 

   Awalnya sepele, rasa kesemutan di jari-jari, ah biasa (mungkin kamu juga pernah merasakannya dan menganggapnya normal), lama-kelamaan kesemutan yg dirasakan terus menerus and it made me curious, until then I met a doctor and asked about it. Ternyata CTS ini bisa timbul oleh karena gerakan-gerakan menekuk pergelangan tangan yg dilakukan terus menerus alias monoton, seperti gerakan mengetik, memeras kain, gerakan nge-gas motor, dan lain-lain. Wow, ternyata gerakan ini hampir kita lakukan setiap hari. Jadi buat kamu, jgn berikan gerakan terlalu memaksa pada tangan saat beraktivitas seperti gerakan-gerakan hiperekstensi. Yg sedang-sedang saja ya..  \(´ー`)┌

   Terapi yg baik utk pergelangan tangan dgn CTS adalah operasi, yaitu tindakan open release dgn cara membuka dan membuang sedikit otot atau tendon yg menjepit saraf pada pergelangan tangan (tunnel). kira-kira tindakannya seperti ini:



   Ketika ditawarkan opsi ini oleh dokter ortopedi, aku langsung lemas membayangkan untuk di operasi ‎(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

   So I took the second opinion from another doctor untuk mengambil tindakan alternatif dgn melakukan fisioterapi rutin menggunakan kejut listrik dan diberi semacam gelombang pada daerah yg nyeri. Juga tdk lupa tangan yg nyeri dicelup-celup ke dalam parafin (lilin) panas sebanyak 10x yg membuat tangan serasa digoreng (* ̄m ̄)



   Atau alternatif lain dgn disuntik analgesik (obat nyeri) pada pergelangan tangan atau mengkonsumsi analgesik secara rutin. Cara ini pasti aku tolak, karena aku anti dgn segala hal yg berbau farmakologis -- kecuali terpaksa, hehe...


   Well then here I am with this awesome wrist splint that accompany me almost everyday whenever I feel pain on my wrist (⌣́_⌣̀)


   Well apa yg terjadi jika CTS ini tidak ditindaklanjuti? Apakah dgn menggunakan alat bantu wrist splint bisa menyembuhkan CTS? Atau apakah tindakan rutin fisioterapi dan mengkonsumsi analgesik bisa membantu? Hmm... jawabannya tidak  (⌣́_⌣̀)

   CTS gak akan move on begitu aja walaupun kamu pake wrist splint dan rajin fisioterapi, karena kedua alternatif tersebut hanya membantu untuk mengurangi tingkat keparahan CTS dan mendamaikan rasa nyeri sesaat  (˘_˘”)   ciri khas yg tampak pada penderita CTS adalah tipisnya bantalan otot pada ibu jari dan bila dibiarkan terus menerus maka bantalan otot ini akan semakin menipis serta tangan akan kehilangan sensasi seluruhnya, not like paralyze but actually it looks like mati rasa, tangan gak akan bisa ngerasain sensasi lagi.


   Jadi perlukah dioperasi? Yup, this is the one and only way that the doctor has suggested me to. Berdasarkan pengalaman dgn pasien yg memiliki kasus serupa dan mengalami post surgery open release, ada yg sembuh total dan ada juga yg beberapa tahun setelah operasi, sakitnya kumat kembali. So, operasi ternyata tdk menjamin 100% ya, jadi gimana donk? Berdoa ajalah ya...  ( ¯^¯)   \(´ー`)┌ 

Semoga bermanfaat :)

Friday, 4 November 2016




Pada doa yg dipanjatkan diam-diam temunya begitu indah.
Sedang doaku tak sampai disana, tersangkut di lapis awan yg entah dimana.
Hanya doamu dan doanya saja kulihat bergelayut tak bersuara, mesra...




Dalam harap kau selip satu nama. Bukan Aku.
Cuma itu yg kutau.
Dan aku masih mengggulirkan namamu walau kutau tak pernah sampai.
Anganku ternyata begitu besar. Lebih besar dari harapmu padanya.
Kau hanya tidak tau saja.



Hujan belum juga beranjak, walau kulihat awan mulai berarak.
Basah sudah dipeluk bumi tapi hujan masih tak mau berhenti.
Menyeruak sudah aroma tanah.
Menusuk tak terperi.
Dan aku masih saja disini..

Thursday, 3 November 2016




Kau bersedih. Pada harap kau berucap ingin sekali memilikiku. Tapi masih saja kau disitu.
Lima tahun lagi pun kita masih di jarak yg sama. 
Ternyata lagu yg kita mainkan belum berbeda. Itu-itu saja, bosan aku dengannya.
Pun aku ingin sekali memilikimu. Tapi masih saja aku disini.
Sepuluh tahun lagi pun kita masih di jarak yg sama. Belum berbeda.
Lalu, kita sudahi saja, ya?