Friday, 23 September 2016

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENJAWAB TANTANGAN ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN


Keperawatan di Indonesia di masa depan perlu mendapatkan prioritas utama dalam pengembangan keperawatan. Hal ini berkaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan global, mengingat setiap perkembangan dan perubahan memerlukan pengelolaan yang profesional serta memperhatikan setiap perubahan yang terjadi di Indonesia, contoh perubahan kependudukan dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia dan bertambahnya umur harapan hidup, maka akan membawa dampak terhadap masalah kesehatan dan lingkup dari praktik keperawatan.

Dalam konteks perubahan, lingkup praktik keperawatan terjadi pergeseran yang dulunya lebih menekankan pada pemberian pelayanan kesehatan/keperawatan pada “hospital-based” ke “community-based.” Keadaan ini menuntut perawat untuk lebih mandiri dan berpandangan jauh ke depan dalam melaksanakan perannya secara profesional, hal ini sejalan dengan pembangunan kesehatan nasional yang berubah ke arah paradigma baru, yaitu paradigma sehat.

Sebagai profesi, perawat juga turut andil dalam memajukan kesehatan nasional dengan berkontribusi memberikan pelayanan kesehatan terbaik.  Seorang pemimpin    yang   efektif   adalah    yang dapat mempengaruhi orang lain agar dapat bekerja sama untuk mencapai hasil yang  memuaskan bagi terjadinya perubahan yang bermanfaat. Fenomena yang terjadi pada umumnya, perawat bekerja sesuai instruksi dari atasan, dan kurang memunculkan ide yang diluar kotak pemikiran perawat pada umumnya. Dan faktanya, dari beberapa gaya kepemimpinan, tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang terbaik dan berlaku universal untuk segala situasi dan lingkungan. Dengan kata lain, kepemimpinan efektif tidak didasarkan pada pemilikan right stuff atau right style, namun lebih pada kemampuan menilai lingkungan sehingga dapat memutuskan perilaku kepemimpinan yang paling tepat untuk situasi yang dihadapi.

Untuk menjawab tantangan era global yang dinamis, diperlukan suatu gaya kepemimpinan yang menuntut perkembangan dari individu/bawahannya yaitu gaya kepemimpinan transformasional, dimana pemimpin transformasional memiliki karakteristik merumuskan, mengkomunikasikan dan mengimplementasikan visi dan hal ini sangat cocok untuk memimpin tipe perubahan tertentu. Apabila cara-cara lama dinilai sudah tidak lagi sesuai, maka sang pemimpin akan menyusun visi baru mengenai masa depan dengan fokus strategi dan motivasional dimana visi tersebut menyatakan secara jelas tujuan organisasi dan sekaligus berfungsi sebagai sumber inspirasi dan komitmen. Pemimpin trasnformasional cenderung mengidentifikasi visi untuk mendukung pencapaian dari tujuan dan membantu perkembangan anggota dan sangat bernilai dalam organisasi karena ia membantu setiap anggota untuk menemukan kebutuhan individualnya yang kemudian diselaraskan dengan tujuan organisasi atau secara tidak langsung turut memotivasi anggota untuk mencapai tujuan bersama tersebut.

Contoh kepemimpinan transformasional yang dapat diterapkan dalam layanan asuhan keperawatan adalah kepala ruangan memberikan keleluasaan bagi anggotanya untuk mengambil sikap atau keputusan dalam memecahkan permasalahan di ruangan, secara tidak langsung kepala ruangan memotivasi anggota untuk mencetuskan ide dan berpendapat serta terlibat langsung, anggota akan merasa lebih bertanggung jawab atas solusi permasalahan yang diambil jika dilibatkan langsung dalam pemecahan suatu masalah.

Secara umum kepemimpinan transformasional menjanjikan perubahan dramatis dan hal ini sejalan dengan konsep leader of change. Perubahan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat yang memberi dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan dan untuk mencapai perubahan tersebut, pemimpin mengambil peranan yang besar untuk memotivasi anggota. Wuryanto (2012) dalam penelitiannya mengatakan bahwa ada hubungan antara kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen dengan kepuasan kerja perawat yang berdampak pada peningkatan kinerja perawat. Didukung oleh penelitian Muniroh (2015) yang mengatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala ruang dengan kinerja perawat.

Dalam kepemimpinan transformasional, yang merupakan perluasan dari kepemimpinan kharismatik, pemimpin menciptakan visi dan lingkungan yang memotivasi para karyawan untuk berprestasi melampaui harapan. Hal ini diharap dapat menjawab tantangan pembangunan nasional yang berorientasi kesehatan untuk dapat bersaing di era globalisasi. Kebijakan pemerintah dalam menerapkan sistem akreditasi di seluruh rumah sakit secara langsung menuntut pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dalam menghadapai era Masyarakat Ekonomi Asean, namun dalam hal pelaksanaannya rumah sakit sebagai organisasi, terutama perawat sebagai lini terdepan dalam pemberian pelayanan kesehatan, membutuhkan sosok pemimpin yang cocok untuk menjawab tantangan globalisasi tersebut sebagai seorang change leader.

by: Shandra, S.Kep., Ns

Part #4





Seperti dua garis yang berbeda, kau dan aku dari awal sudah tak sama.
Berlari di pacuan yang bukan kita, tidak mungkin berjumpa.
Kau seperti pergi yang tak bisa dikejar lagi,
kau lah pagi yang tidak ingin kurindu, senja yang sendu dan malam yang tak ingin kutemu.
 (._.)
Part #3





Jalan sungai kedua, padanya hatiku ikut terbawa.
Riak air yang berlari menggenang antara benci dan rindu yang meranggas.
Pikiranku pun hanyut ke batas dunia yang entah dimana, pada dia yang sesukanya menitip pagi tak bermalam, mencuri aku ke dalam kita, tapi tak kutemukan kamu di dalamnya.
Di sungai ini pula aku buang hati yg sedan, tak bertuan.
(-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)
Part #2



Wajahmu berevaporasi dalam mataku menjadi sesuatu yang tak ingin aku tumpahkan.
Tentangmu mengkonduksi diriku dari kepala hingga kaki. Kau sungguh gila.
Memitosiskan hatiku menjadi bagian-bagian kecil dengan rasa yang masih saja sama.
Kaukah si katalisator itu? Bahwa melupakanmu menjadi hal yang aku tak bisa.
Memilikimu pun aku tak pernah, lantas mau melupakan apa?

(ಥ ̯ ಥ)
Part #1



"Kalau rindu, ucapkan namaku 50x, nanti tak rindu lagi"
Lantas kupejamkan mata.
Kuucapkan namamu 50x.
Kubuka mata, kulihat sekeliling.
Lampu padam.
Malam diam.
Aku masih rindu.
 (⌣́_⌣̀)
10:30 pm, another september for this 2016 ε-(´・`) 




Ketika ada iklan yg mengatakan bahwa rasa tak pernah bohong,hati juga begitu, tidak bisa berbohong.Ah, muak sudah bicara cinta. Perihal itu-itu saja..Lantas ada apa dgn hati?

Seperti kata Wayan kepada Luhde, “Hati itu dipilih, bukan memilih…  Bertahan atau melepas, bagaimana hatimu, tergantung hatimu, hatimu yang tahu.”

Atau seperti pesan Remi kepada Kugy, “Kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola seharusnya, tapi yang namanya hati selalu punya aturan sendiri. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati."

Kejam sekali hati itu ya, menyiksa pemiliknya saja..(;_;)/~~~
Tapi diingatkan beberapa kali pun, tetap saja bebal. Bahwa berharap itu sakit,
bahwa menjalani sesuatu yg tidak pasti itu berat (`ヘ´) (´・ ω・`) ( ´Д`) ( ゚Д゚)

Dan harus aku anggukkan perkataan Luhde, bahwa “Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.”

Pliss...jangan berlabuh ke Pakistan donk,,,jauh,,,berat...mahal...hehe ヾ(‘ロ’) –

Saturday, 13 August 2016


PART I

Jroeh that…Sabang!

  Selang dua minggu liburan ke Malaysia, destinasi pun dilanjutkan ke Banda Aceh! Banda Aceh memiliki kesan tersendiri buat aku, walaupun aku adalah org Aceh, tapi Banda Aceh beda. Kotanya yg rapi, terstruktur, tertib dan byk destinasi wisata yg bisa kamu temukan di dalam kota Banda Aceh itu sendiri!

  Kalo singgah ke Banda, gak seru rasanya kalo gak pergi ke Sabang! Secara Cuma 1 jam dari kota Banda Aceh dgn menyeberang menggunakan kapal :D

  Hari pertama di Banda, aku nikmatin dulu beberapa kuliner unik di kota ini, kayak surabi bantai yg menjual berbagai serabi yg disajikan bedda! Ada surabi pake durian, surabi yg dimakan pake sosis sampe surabi yg disulap jd ala pizza! Wuih,,, ajipp :D
Ada lagi kuliner cane kecil2 yg harganya Cuma 1000-an :D

  Pancake durian di Qeez Pancake Durian pun rasanya lebih legit, besar n enak dengan harga yg lebih murah dr pancake yg aku beli di Medan atau Pekanbaru. Selain kuliner yg enak-enak n unik, kamu jgn heran deh kalo liat byk cafe2 mewah nan unik di Banda Aceh dan tentu dgn harga yg gak terlalu mengoyak dompet :D

  Oke, next day aku dan temanku pun bertolak ke Sabang naik kapal lambat pukul 7 pagi. Kalo kamu mau ke Sabang bawa motor, kamu harus naik kapal lambat dgn cost sekitar 25-30rb dan memakan waktu kurang lebih hampir 2 jam perjalanan. Tapi kalo kamu gak bawa motor, kamu bisa naik kapal cepat dgn cost sekitar 60rb dgn waktu sekitar 1 jam perjalanan.



Selama di kapal, kita akan disuguhi pemandangan alam yg indah, oh,,jroeh that :’)


Setiba di Sabang, kami pun gak tahan utk gak langsung nge-gas motor n berfoto ria di salah satu tugu kota Sabang :D


  Berbeda dgn trip ke Malaysia sebelumnya yg bener2 prepare dgn booking hotel jauh hari, di Sabang aku ingin mengadopsi kata2 Rangga AADC, bahwa ada perbedaan antara traveling dan liburan. Meski sama-sama bepergian, keduanya memiliki konsep yang berbeda, yaitu konsep traveling yg tdk terlalu terncana dan lebih spontan dan menemukan kejutan-kejutan dalam perjalanan, haha.. Dan voila! There I was, knew nowhere, n hanya bermodalkan Google Map!

  Agak susah sih ngebooking hotel jauh hari di Sabang, karena itu aku nyari hotel pas nyampe di Sabang. Ada satu hotel yg aku rekom utk traveller yg low budget kyk aku, yaitu Pum Hotel. Hotelnya terletak di tengah kota dgn harga yg murah. Beberapa org suka menyewa hotel di dekat daerah wisata Sabang seperti Iboih, disana harga hotelnya rata-rata lebih mahal dan kalo malam kawasannya sepi n tentu agak lebih mahal utk merogoh kocek membeli makanan karena daerahnya dominan turis. Well, disinilah aku menginap, hotel murah di tengah kota dengan jendela besar yg langsung menghadap ke jalan, hmm..


  Tanpa menunggu lama, aku dan temanku langsung saja mengunjungi lokasi wisata pertama,  yaitu Pantai Sumur Tiga. Well, namanya begitu karena di pantai ini memang terdapat sumur yg lokasi satu sumur dgn yg lainnya agak berjauhan n meskipun sumurnya dekat dgn pantai tapi airny gak asin lho..



  Sebenarnya kalo dilihat dari peta, kalo kita menyusuri pinggir pantai kota Sabang bagian barat, kita akan menyusuri beberapa pantai, ada pantai kasih, pantai anoe itam (pantai yg pasirnya warna itam), dan pantai sumur tiga. Semuanya satu arah. Setelah itu kamu akan menjumpai Benteng Jepang. Ini adalah tempat favoritku, lokasinya begitu rindang dgn jalan setapak yg agak mendaki dan ada benteng di puncaknya.



  Setelah lelah mendaki, kamu akan disuguhi pemandangan yg indah sekali! Hamparan rumput luas di pinggir bebatuan terjal yg dibawahnya langsug laut dgn pemandangan batu koral yg tembus dari laut, jernih sekali!



  Akupun berbaring sekelak disana, sambil menikmati semilir angin dan desiran ombak,,etsehh… pemandangan lari2 kecil di tengah hamparan rumput hijau di pinggir laut gitu, cocok sekali disandingkan dgn adegan film india pikirku :p

  Well, gak terasa aku udah mengelilingi seluruh wilayah barat dari pulau Sabang! Wht? Ya Sabang mmg kecil, tp setelah itu aku memutuskan utk pulang dan istirahat, biar masi ada lokasi yg mau dikunjungi besoknya :D

  Next day aku mengunjungi tugu Nol Kilometer. Nah ini kunjungan wajib, gak sah donk ke Sabang kalo gak ber-selfie di tugu ini :D


  Sepanjang perjalanan menuju tugu Nol Kilometer, kamu akan disuguhi pemandangan hutan indah yg berbatasan langsung dgn jurang pinggir laut, indah sekali. Dan diperjalanan kami pun berhenti di salah satu warung kecil pinggir jalan utk menikmati kuliner wajib disini! Rujak aceh dan es kelapa…nyummii

  Setelah itu kami langsung menuju destinasi utama, Iboih!!
Gak pake lama, kami lgsg bergegas utk snorkeling. Nah disini, kalo mau snorkeling yg murah, kamu sebaiknya ajak bbrp teman utk patungan bareng, dan ada baiknya mengamalkan ilmu SKSD dgn org asing atau wisatawan disana utk bayar bareng. Karena disini kamu gak bisa nawar harga di depan org yg menawarkan jasa penyewaan alat snorkeling. Walhasil aku dan temanku pun mndapatkan teman “kontrak” utk bayar jasa bareng. Alhamdulillah biaya sewa alat snorkeling, sewa pemandu, sewa boat, sewa kamera air (plus org yg motoin kamu :D) dan keliling pulau Iboih semuanya 600rb rupiah dibagi berempat dgn teman “kontrak” kami, haha.. voila! Let’s snorkeling then n here we are!

Teriknya hari g mampu lg dibendung oleh sun block dan sejenak kami lupa dgn kulit yg menggosong, tapi indahnya biota laut mengalihkan perhatian kami :D
Dan ketidakahlian aku berenang membuat aku harus cukup puas dgn foto berenang di permukaan air :D



  Sepulang dr Iboih, kami dan teman “kontrak” kami pun menjadi akrab dan harus puas dgn hasil kulit yg legam nan eksotis, haha..




Bersambung…